Penanews.id, Bangkalan- Sebanyak 50 ruang kamar isolasi disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur bagi pemudik bergejala corona yang baru datang dari zona merah.
Dari 50 ruang kamar isolasi itu, Pemkab menyediakan dua alat tempat tidur. Adapun gedung yang dijadikan tempat isolasi itu adalah, Pertama Gedung BLK dan Kedua Balai Diklat.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron menuturkan, gedung itu akan menjadi tempat isolasi bagi pemudik yang ditemukan bergejala mirip corona.
“Bagi yang ODP atau mengalami gejala awal kami tempatkan di Balai Diklat dulu, kita fokuskan disana, kalau sudah full baru kita fungsikan BLK ini,” kata Ra Latif sapaan lekatnya, Selasa (7/4/2020) ketika ditemui saat memantau kesiapan Gedung BLK.
Selain itu, Pemkab Bangkalan kata Ra Latif juga akan menyiapkan Posko untuk screening bagi para pemudik dari luar daerah khususnya bagi yang memakai mobil pribadi.
“Lokasinya sudah ada, setelah turun dari Suramadu sebelah pom bensin ada tanah lapang, milik salah satu warga Bangkalan yang bersedia untuk dibuat pos, disitu kita nanti akan screening para pemudik,” terangnya.
Bagi pemudik yang terlanjur sudah berada di rumah masing-masing, sambungnya, Ra Latif meminta kepada Kepala Desa untuk memantau kondisi pemudik tersebut. Terutama bagi pemudik yang datang dari daerah zona merah, seperti Jakarta dan daerah lainnya.
“Yang sudah dirumah isolasi mandiri selama 14 hari, dan Kepala Desa tetap memantau, kalau kondisinya (pemudik, red) kurang baik segera koordinasi dengan Puskesmas atau dokter,” tandasnya.(Abdi)








