Penanews.id, BANGKALAN- Kepolisian Resor Bangkalan, Jawa Timur membuat kesimpulan sementara terkait sosok pemuda yang ditemukan tewas di jalan raya Klobungan, Senin pagi (04/10/2021).
Hasil penyelidikan sementara, IS, 20 tahun, inisial pemuda nahas itu, disebut menjadi korban kecelakaan dan bukan penganiayaan.
“Yang jelas, dari hasil olah TKP dugaan sementara kecelakaan lalulintas, karena yang nabrak sudah kita temukan,” Kata Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo.
Menurut Sigit, kesimpulan ini diperkuat pemeriksaan barang bukti sepeda motor milik korban yang saat ini berada di Polsek Socah.
“Itu luka akibat benturan. tapi saya kroscek, daging dan tulang yang ada di sepeda motor, karena daging bersama tulangnya tertancap ke besi di bagian bawah sepeda motor,” ujarnya.
Adapun orang yang menabrak, kata Sigit, adalah warga Kamal inisial MS. Ketika tabrakan terjadi dia mengendarai sepeda motor beat.
“Itu berdasarkan olah TKP dan penyelidikan, namun masih menunggu hasil visum,” ujar dia.
Sigit menambahkan bahwa bukti yang diamankan menempel disepeda motor, menurut analisa yang didapatkan masuk akal.
“Sebagian daging kita kumpulkan untuk kita cocokan dengan darahnya korban,” ujarnya
Sedangkan soal keterangan sebelumnya bahwa IS mengalami luka akibat benda tajam, Sigit mengatakan benda tajam tidak hanya berupa celurit.
“Sekarang bambu bisa tajam juga, termasuk pelastik kalau sudah bentuknya sedemikian rupa tajam juga,” pungkasnya
Atas kesimpulan itu, Marlihan, keluarga korban, tak Terima bila IS tewas karena kecelakaan.
“Kemungkinan besar itu akibat benda tajam,” Jelasnya
Marlihat mengatakan setelah kejadian pihaknya langsung menanyakan kepada warga kamal yang diduga bertabrakan dengan korban.
“Kemarin yang punya KTP mengatakan tidak nabrak, itupun menyaksikan ada mobil yang menyerepet sepeda motor, karena saya arah berlawanan pak saya jatuh,” Katanya menirukan ucapan warga Kamal tersebut.
Yang disesalkan keluarga IS, pernyataan orang Kamal itu tidak sempat direkam karena panik dan harus segera mengurus keponakannya. namun pihaknya ingat betul bahwa pengakuan MS Tidak nabrak IS.
“Orang itu gak ada luka ataupun percikan darah di bajunya,” ujar dia
Tosen (53), Kepala Dusun Bandung Timur, Desa Keleyan yang juga sebagai keluarga korban, menepis hasil penyelidikan polisi.
Menurut dia, sepeda motor yang ditunjukan polisi berbeda dengan sebelumnya.
“Barang bukti yang ditunjukan di foto berubah, kemarin berwarna putih sekarang yang ditunjukan kok berubah warna hitam” jelas dia.
Pihaknya menjelaskan bahwa, pihak kepolisian pada hari Selasa dagang ke TKP dan menuding IS meninggal dunia belum tentu diakibatkan senjata tajam.
“Padahal kepala visum menyatakan korban diakibatkan senjata tajam,” tegasnya
Selain itu, pihaknya memaparkan, tidak mungkin luka yang cukup dalam itu diakibatkan kecelakaan, karena Tosen mengaku melihat tubuh korban secara langsung.
“Saya melihat lukanya secara langsung, bukan kata orang lain, itu lukanya cuma satu, misalkan kecelakaan tentunya ada beset di tubuhnya ” ujar dia.
SAE








