Penanews.id, BANGKALAN- Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron dan Mohni kembali mendapat sorotan dari puluhan mahasiswa. Kali ini datang dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
Mereka pada Jumat, 9 April 2021 tidak segan menggelar aksi demonstrasi ke kantor Pemerintah (Pemkab) Bangkalan. Kedatangan mereka menagih janji Latif-Mohni soal janji politik menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018 silam.
Dalam orasinya, massa aksi mengatakan, hingga saat ini janji politik Bupati Bangkalan masih belum terealisasi. Hal itu terlihat dari banyaknya permasalahan yang muncul, mulai dari masalah infrastruktur, kesejahteraan sosial hingga kesehatan masyarakat.
“Mana janjinya yang katanya akan mensejahterakan masyarakat Bangkalan,” ujar Korlap Aksi, Syaiful Arif dengan lantang.
Syaiful mengatakan, dari segi infrastruktur dari 721 km jalan kabupaten, sekitar 43,23 persen mengalami kerusakan. Rinciannya, 18,26 persen rusak berat dan 24,97 persen rusak ringan.
Kemudian, tidak sedikit penerangan jalan umum (PJU) yang sudah rusak namun terkesan dibiarkan tanpa ada upaya perbaikan dari pihak terkait.
Tak hanya itu, janji Bupati di bidang infrastruktur adalah akan membangun irigasi pertanian melalui jaringan pipanisasi, namun hingga saat ini petani masih merasakan kekeringan yang mengakibatkan pertaniannya tidak maksimal.
“Permasalahan itu jelas bertentangan dengan janji politik Bupati,” paparnya.
Kemudian di bidang kesejahteraan sosial, Syaiful mengatakan, tidak sedikit bantuan sosial (Bansos) yang tidak tepat sasaran.
Dia juga menjelaskan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah masyarakat miskin di Bangkalan sebanyak 204 ribu, namun yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) hanya 139 ribu.
“Padahal untuk bisa mendapatkan bansos sekarang harus terdaftar di DTKS,” ujar dia.
Kemudian di bidang kesehatan, dia menyebut anggaran untuk pelayanan kesehatan khususnya untuk biaya kesehatan masyarakat miskin (biakesmaskin) masih minim, sehingga dianggap tidak mencukupi untuk mengcover masyarakat miskin di Bangkalan.
Untuk itu, GMNI membawa sejumlah tuntutan kepada Bupati Bangkalan, diantaranya sebagai berikut;
Mendesak Pemkab Bangkalan memperhatikan dan menindaklanjuti permasalahan-permasalahan yang terjadi di berbagai sektor sesuai janji politik Bupati Bangkalan.
Menagih janji politik Bupati Bangkalan untuk segera direalisasikan
Mendesak Pemkab Bangkalan agar memperbaiki jalan PJU yang rusak dan memberikan rambu-rambu di jalan rusak yang belum diperbaiki.
Mendesak Bupati Bangkalan mendisiplinkan permasalahan terkait data DTKS yang tidak sesuai dengan jumlah penduduk miskin di Bangkalan.
Mendesak Bupati Bangkalan agar mendisiplinkan Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) melalui dinas terkait agar dilakukan secara transparan.
Sementara itu, Asisten perekonomian dan pembangunan sekretariat daerah kabupaten Bangkalan, Moh Fahri yang menemui massa aksi mengatakan, tuntutan, kritik dan saran yang diberikan oleh massa aksi akan disampaikan kepada Bupati Bangkalan.
“Kami ucapkan terimakasih atas kritik dan saran dari teman-teman, kami akan menyampaikan ini kepada pimpinan,” katanya menanggapi aspirasi pendemo.
Abdi








