Penanews.id, BANGKALAN- Kaconk Mahfud Institute (KMI) mendatangi rumah duka B (60), korban meninggal reruntuhan bukit kapur di Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan, Madura pada Senin, 15 Maret 2021 lalu.
Kedatangan KMI kerumah korban dalam rangka takziah sekaligus mendoakan almarhum. Diketahui, rumah korban beralamatkan di Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya.
Dikretur KMI, Nur Hakim mengatakan pihaknya ikut berduka cita atas bencana yang menimpa korban. Ia berharap keluarga korban diberikan ketabahan.
“Kita juga berdoa semoga almarhum Husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan di berikan kesabaran,” ujar dia kepada Penanews.id. Jumat, 19 Maret 2021.
Nur Hakim juga mengingatkan bahwa musibah ini harus menjadi atensi pemerintah agar galian c yang ada di Bangkalan dipantau dengan baik.
” Agar tidak ada lagi korban yang lain,” tegas dia.
Sekedar mengingatkan, B (60), ditemukan tidak bernyawa akibat reruntuhan bukit kapur di Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya, pada Senin, 15 Maret 2021.
Kapolsek Arosbaya Iptu Ferry Riswantoro menuturkan, Korban ditemukan tidak bernyawa pasca warga dan pihak kepolisian melakukan evakuasi.
“Korban sudah dievakuasi bersama warga,” kata dia. Ferry mengatakan, pihaknya pun melakukan otopsi luar terhadap jasas korban, kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.
“Dilakukan otopsi luar, kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” terangnya.
Korban kata Ferry tertimbun saat bekerja mencari batu di tempat kejadian. Sementara penyebab bukit kapur itu longsor diakibatkan kondisi alam.
“Korban seperti biasa mencari batu, lalu tertimbun akibat kondisi alam. Tadi malam kan hujan cukup deras,” tutupnya.
Abdi







