penanews.id, BANGKALAN– Ada 2,5 miliar—hampir sepertiga—manusia di bumi ini yang tak punya akses ke toilet yang memadai. Maka tak heran jika 500.000 anak-anak di bawah lima tahun meninggal tiap tahun karena air yang mereka konsumsi terinfeksi virus dan bakteri akibat air kotor.
Melihat fakta ini, organisasi kepemudaan KaCoNK Mahfud Institute (KMI) berinisiatif membantu merenovasi MCK di lingkungan pondok pesantren.
Kali ini, renovasi yang dikemas kegiatan baksos itu, dilakukan di Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Desa Paterongan, Galis, Bangkalan, Minggu, 19 Maret 2021.
Terlihat para pemuda tersebut membawa semen dan pasir untuk digunakan rehabilitasi pembangunan MCK yang ada di pondok pesantren tersebut
” KMI bersilaturahmi sekaligus ingin membantu pembangunan MCK yang ada di pondok pesantren Daarut tauhid ini. Kami lihat MCKnya sudah tidak layak. Jadi kita bantu renovasi” tutur Direktur KMI, Nur Hakim.
Sementara itu, setelah melihat foto dan mendengar berbagai cerita begitu sulitnya mencapai pondok pesantren karena akses jalan rusak, pembina KMI, Mahfud S.Ag berencana memperbaikinya.
“Saya selaku pembina sangat bangga terhadap KMI. Dan kami juga akan perjuangankan akses jalan menuju pondok tersebut. Karna kata teman teman KMI. Akses menuju pondok jalannya sangat rusak. Kami juga akan berkoordinasi dengan kades paterongan” kata Anggota DPRD Jatim fraksi PDIP ini.
Pesantren Daarut Tauhid sendiri merupakan pondok tertua di desa paterongan. Pondok ini sedang mengalami duka terdalam Karna ditinggal wafat oleh kiyai dan Bu nyai sekaligus.
Sementara putranya, masih berusia 15 tahun dan sedang mondok di Pesantren Sidogiri. Sehingga, untuk sementara, pondok dikelola oleh para santri sepuh dan asatidz.
RED









