
Penanews.id, BANGKALAN– Tiga anggota Satgas Penanganan Covid 19 Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan mengembalikan honornya kepada Satgas kecamatan setempat.
Pengembalian honor itu dilakukan lantaran mereka merasa tidak dilibatkan dalam penanganan Covid.
Salah satu anggota Satgas yang mengembalikan honor, Badrut Tamam mengatakan, Ia dan dua rekannya tidak ingin memakan gaji buta lantaran tak bekerja.
Selain itu, dirinya mengaku tidak tau apa tugasnya sebagai Satgas Covid, karena tidak pernah ada sosialisasi.
“Ya kami tanpa fungsi, karena tidak ada sosialisasi terhadap kami perihal bagaimana menjalankan tugas satgas ini,” ucapnya kepada Penanews.Id. Senin, 14 September 2020.
Honor yang dikembalikan oleh tiga anggota satgas secara keseluruhan sebesar 900 ribu. Menurut dia, perbulan honor yang diterima sebesar Rp 150.000.
“Jadi itu gaji 2 bulan yang dikembalikan. Selepas itu gak ada gaji yang cair. Sekali lagi kami tak mau memakan gaji tanpa kita bekerja,” ujarnya.
Menurut Heri, jika ada kegiatan yang dilakukan oleh Mahasiswa asal Geger dalam penanganan Covid, itu hasil inisiatif sendiri. Akan tetapi, lanjut dia, kegiatan itu diklaim Gugus Tugas.
“Padahal ketika di klaim tidak memberikan anggaran, Kita cari galangan dana sendiri,” katanya.
Sementara Camat Geger Syafi’i, seperti dilansir dari Kabarmadura mengatakan, Gugus tugas telah melakukan tugasnya sejak wabah itu mulai menyerang kawasan Geger.
Jika ada warga Kecamatan Geger yang terinfeksi, penanganan dilakukan dengan cara koordinasi antara sesepuh dan tim Gugus Tugas.” Tentunya mahasiswa juga akan dilibatkan,” ucapnya.
Syafi’ i pun mengaku menerima pengembalian honor anggota tim Satgas tersebut. Tak hanya itu, sambung dia, pihaknya selaku jajaran muspika jarang koordinasi perihal penanganan Covid. Hanya saja, pihaknya hanya memantau di Puskesmas.
“Sangat jarang sekali. Kami berharap sering ada pertemuan bicara penanganan Covid ini,” tutupnya. ABDI







