Penanews.id, Bangkalan-Banjir di Blega sudah menjadi rutinitas, dan tidak pernah absen apabila sudah masuk musim hujan. Sabtu dini hari (4/4/2020), banjir itu datang sekitar jam 12 dini hari di pemukiman warga, banjir itu setinggi lutut orang dewasa
Salah satu warga Blega imam syafii mengatakan, banjir itu memang setiap musim hujan datang, dan sangat meresahkan masyarakat
“Ya kita sangat prihatin melihat kondisi ini, masak langganan banjir, tentu masyarakat menginginkan kondisi lingkungan yang aman dari banjir serta lingkungan yang bersih”
Imam menambahkan, penyebab banjir itu pertama karna air laut naik (pasang), kedua air kiriman dari beberapa wilayah, yang rutin mengirim air ketika hujan. yang ketiga, sungai yang di daerah Blega sangat kotor, penuh dengan sampah, membuat sungai mengecil dan menyempit.
“Selain karna faktor alam, banjir ini juga didukung faktor manusianya yang kurang menjaga kebersihan, kurang sadar untuk menjaga lingkungan. masak iya, sungai di jadikan TPA (Tempat pembuangan akhir) sampah” ucapnya
Harapan masyarakat
Warga Blega yang berada di pinggir sungai sangat berharap ada normalisasi sungai, agar tidak ada banjir, selain tambah menyempit disebabkan sampah dan sembarang kalir , sungainya juga menyempit, banyak tanah yang longsor, sehingga sungainya kayak bukan sungai.
Perlu diketahui, Blega merupakan salah satu sungai yang di jadikan roadmap penyambung ke lautan, sehingga kalau ini dbiarkan, akan berimbas pada kelancaran pengaliran air di beberapa wilayah, kayak Kanang, kokop dan Galis.(red)








