
Penanews.id, BANGKALAN- Para petani di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur tahun ini tampaknya harus puasa dari program pertanian Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.
Sebab, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura, dan Perkebunan (Dispertahotbun) Bangkalan tahun ini hanya memiliki anggaran Rp 200 juta.
“Kami tahun ini tidak ada program, karena anggaran terserap ke penanganan covid-19,” tutur Kasubag Perencanaan Dispertahotbun Bangkalan, Cehaka Karya Dinata, Jumat, 24 September 2021.
Menurut Cehaka, Anggaran Rp 200 juta itu kini difokuskan terhadap Realisasa Bangun Bangkalan Mensejahterakan Petani (Bangjani). Untuk program lain, Ia mengatakan tidak ada.
“Anggaran kami hanya 200 juta, itu cuma cukup untuk launching kebun Bangjani,” terang dia.
Jika pun ada program lain, lanjut Cehaka, itu adalah program aspirasi atau pokok pikiran (pokir) milik Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang melekat di instansinya.
“Usulan tempat dan anggaran dari DPRD, kami hanya melaksanakan saja,” ujar dia.
Kata Cehaka, progam dari pokir DPRD misalnya pengembangan prasarana pertanian meliputi; jalan usaha tani, Jaringan irigasi desa dan jaringan irigasi air tanah.
“Tiga itu yang paling banyak dititipkan sebagai Aspirasi Anggota Dewan,” beber dia.
Cehaka bilang, Anggaran dari program aspirasi DPRD tersebut mencapai Rp 8 milyar yang melekat di Diapertahutbun.
Namun sayanhnya Ia enggan menyebut data detailnya.
“Itu difokuskan ke pengembangan prasarana pertanian, namun untuk titiknya saya kurang paham pasnya berapa, karena sesuai dari daerah alokasi masing masing dewan,” Pungkas dia.
SAE







