
Penanews.id, Bangkalan- Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tidak memegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Hal itu dialami oleh Tri Wahyuni (38), Warga Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Tri Wahyuni diketahui masuk daftar penerima PKH sejak Awal program Tersebut dibuka. Akan tetapi, sampai tahun 2021 ini, keluargnya tidak pernah merasakan bagaimana rasanya PKH itu sendiri, apakah rasanya manis ataupun asin.
Hal itu disampaikan oleh, Moh Turiyo Harsono selaku Suami dari Tri Wahyuni. Moh Turiyo bercerita, pada tahun 2016 istrinya mendapatkan undangan untuk mengambil kartu PKH, namun setelah sampai ke lokasi, cuma Tri Wahyuni yang tidak mendapatkan kartu.
“Yang lain dapat, tapi punya saya katanya lupa menaruh kartunya dimana, Dan di janjikan selama 2 bulan kartu itu akan ada” Curhat sang suami, Moh Turiyo Harsono kepada Penanews.id, melalui WhatsAap. Sabtu (14/8/2021).
Lanjut Turiyo menyampaikan, setelah menunggu selama 2 bulan, namun tidak ada kabar baik, sehingga dirinya berusaha keras minta tolong kepada perangkat Desa disana namun tidak ada hasil yang baik.
“Saya sering dimintai Kartu Keluarga (KK) namun sampai saat ini tahun 2021 saya tidak pegang kartu dan tidak menerima bantuan,” Tuturnya.
Turiyo selaku suami Tri Wahyuni mengaku, walaupun tidak pernah memegang kartu dan meneri bantuan berupa beras dan uang, namun setelah diselidiki memalui HPnya, bantuan tersebutb sudah terlasurkan.
“Aneh Bantuan itu sudah tersalurkan, tapi keluarga kami tidak merasakan apa apa,” tegasnya.
Dengan adanya kejadian seperti itu, Turiyo merasa kaget setelah mengetahui bantuan miliknya sudah cair, namu tidak pernah dirasakan oleh keluarganya.
“Mendengar seperti itu saya kaget,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangkalan, Sukardi menyampaikan, berdasarkan data yng sudah di cek melalui nomor NIK, Tri Wahyuni memang mendapatkan bantuan.
“Tri Wahyuni mendapatkan bantuan, seharusnya bantuan itu sudah cair.” Jelasnya.
Sukardi merasa heran, setelah mengetahui bahawa penerima bantuan PKH tidak memegang kartu mulai awal menerima sampai sekarang.
“Kami akan tindak lanjut, jika pelakunya pendamping maka akan ada sanksi dari kami,” Tegasnya.
SAE







