• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Senin, 27 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Madura Bangkalan

Manilai Pelayanan Rumah Sakit Melanggar SOP, Sekcam Klampis Dipangil ke Inspektorat

  • Senin, 12 Juli 2021 18:47
FacebookTwitterWhatsApp

Penanews, Bangkalan- Menilai pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Ratoh Ebuh (Syamrabu), Kabupaten Bangkalan Madura Jawa Timur melanggar SOP, Seketaris Kecamatan (Sekcam) Klampis dipanggil ke Inspektorat Setempat. Senin (12/7/2021).

Pemanggilan tersebut merupakan klarifikasi yang beredar vidio di media sosial (Medsos) WhatsAap (WA) yang berdurasi 3 menit, pada tanggal 8 Juli 2021 seorang lelaki mengamuk di RSUD karena istrinya gedrop dan meninggal setelah di Suntik sebanyak 4 kali.

Baca Juga:

Khidmatnya Rutinan MDS Rijalul Ansor di Pesantren Darul Hasan Lajing

Rayakan Anniversary ke-4, AHPC Madura Santuni Anak Yatim dan Sambut Komunitas SE-Jatim

“Kita panggail Pak Tajul atas dasar berita yang beredar di medsos, untuk mendapatkan informasi yang riel.” Jelas Isnpektur Inspektorat Kabupaten Bangkalan, Joko Supriono.

Pihaknya mengaku pemanggilan tersebut atas dasar ada perintah dari Sekda kabupaten setempat, guna untuk mengklarifikasi.

“Kemarin saya ditelfon sekda, utuk memastikan berita yang terjadi sebenarnya, sehingga saya perlu tahu alur cerita terkait pelayanan di RSUD.” Paparnya

Selain itu pihaknya menyampaikan, jika ada tindak lanjut dari pimpinan maka akan melakukan pemanggilan terhadap pihak rumah sakit,

“Jika pimpinan menyarankan ada tindak lanjut, dan ada penanganan lain, dan pihak korban menghendaki maka kita akan melakukan permintaan keterangan dari pihak Rumah sakit,” imbuhnya.

Selain itu Keluarga Korban Muhammad Tajul menyampaikan bahwa kedatangannya guna untuk menyampaikan keterangan yang berhubungan dengan istrinya yang meniggal di Rumah Sakit.

“Saya sudah menjelaskan kepada Inspektorat, supaya Pihak rumah sakit juga di panggil, sebab SOP terkait penanganan dilanggar semua,” jelasnya,

Pihaknya meceritakan terkait kejadiannya sebelumnya korban mengalami pilek dan nyeri, sehingga memeriksakan diri ke Puskesmas Tanjung Bumi, namun Hanya di Sarankan Isolasi Mandiri.setelah konsiltasi ke tantenya, yang sebagai tenaga medis, korban mendapatkan saran supaya berobat ke rumah sakit.

“Awalnya istri saya ditangani di UGD, kemudian di pindah ke irna A, setelah dapat satu hari, tenggorokan istri saya merasa sakit, terkter dokter memberi saya resep untuk membeli obat, namun obat itu tidak ada walapun saya mencari ke Surabaya.” terangnya.

Pihaknyab mengaku, pihak rumah sakit tidak memberi tahu terkait keberadaan obat tersebut, sehingga dirinya meminta pertolongan adiknya, untuk mendapatkan obat tersebut.

“Saya telfon adik saya suruh cari ke seles, namun yang ada banya 20 mili seharga 16 juta , sedangkan yang di butuhkan sebesar 400 mili,” paparnya.

Setelah itu walapun tidak mendapatkan obat tersebut, korban sempat membaik dan tidak membutuhkan obat itu lagi, sehingga dirina pulang sebentar kerumanya di tanjng bumi.

“Setelah itu saya kendapatkan telfon dari adik ipar saya bahawa istri saya sesak setelah di suntik 4 kali, selain itu juga tidak ada dokter yang menangani,” jelasnya

Pihaknya menjaskan bahwa selama menjalani perawatan di rumah sakit selama satu minggu tidak ada satupun dokter kandungan yang menangani istrinya.

” selama itu cuma ada dokter satu kali, seharusnya setelah disuntik istrinyamembaik” tegasnya

Dirinya menceritakan karena kondisi istri semakin parah, maka pihanya meminta supaya bayi yang berada di dalam kandungan diangkat sehingga bisa diselamatkan salah satunya.

“Saya meminta seperti itu, namun tanggapan dari sana masih diusulkan, setelah di tunggu bayi tersebut tidak bisa di angkat karena usia kandungan masih 7 bulan,” curhatnya

Selain itu pihaknya menguslkan kepada rumah sakit supaya istrinya di rujuk ke rumah sakit yang lebih besar namun penanganan disana lamban.

“Saya sempat minta fentilator namun sama perawat disana masiih di usulkan, sehingga selama istri saya sesak sampai meninggal cuma di beri oksigen saja,” tandasnya .

SAE

Tags: BangkalanInspektorat kabupaten BangkalanMelanggar SOPPemerintah kabupaten BangkalanRSUD BangkalanRSUD SyamrabuSekcam Klampis
123
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

2 bulan yang lalu
16
Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

2 bulan yang lalu
85
DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

4 bulan yang lalu
23
Diresmikan Menteri Kebudayaan, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

Diresmikan Menteri Kebudayaan RI, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

4 bulan yang lalu
55
Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

5 bulan yang lalu
24
Tingkatkan Mutu Akademik, UTM Gelar Sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 39/2025

Tingkatkan Mutu Akademik, UTM Gelar Sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 39/2025

5 bulan yang lalu
27
Berikutnya
Polres Sumenep Tangkap Pembuat Video Hoak Warga Meninggal Karena Vaksin

Polres Sumenep Tangkap Pembuat Video Hoak Warga Meninggal Karena Vaksin

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.