• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Minggu, 26 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Opini

GLOKALISASI Dalam Pendidikan Dasar

  • Sabtu, 3 Desember 2022 17:53
FacebookTwitterWhatsApp

Rendra Sakbana Kusuma
Mahasiswa S3 Pendidikan Dasar Universitas Negeri Surabaya
Dosen PGSD STKIP PGRI Bangkalan

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat menjadikan seluruh dunia terintegrasi dalam sebuah konsep dunia yang global, sehingga informasi perkembangan yang ada di belahan dunia lain akan sampai pada belahan dunia lainnya. Globalisasi mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat yang meliputi politik, ekonomi, sosial, budaya, dan juga aspek pendidikan. Globalisasi juga berdampak pada konsep pendidikan di dunia, termasuk Indonesia. Penggunaan standar pendidikan internasional akan berdampak pada standarisasi penyelenggaraan pendidikan secara menyeluruh. Untuk mampu menghadapi globalisasi pendidikan, Indonesia harus memiliki kekuatan lokal berupa karakteristik pendidikan Indonesia dengan segala kultur, budaya, dan kearifan lokalnya. Kekuatan ini diharapkan mampu memenetrasi kekuatan global agar dunia pendidikan di Indonesia tidak hanya mengadaptasi standar global semata.

Baca Juga:

INOVASI KURIKULUM “MERDEKA BELAJAR” DI ERA SOCIETY 5.0


Upaya mengedepankan lokal dalam mengadaptasi global merupakan langkah pemaduan keduanya yang selanjutnya diungkapkan dalam istilah “Glokalisasi”. Glokalisasi dalam dunia pendidikan perlu dilakukan guna menjaga kekayaan budaya Indonesia yang dijadikan sebagai konteks pembelajaran di sekolah. Glokaliasi merupakan suatu proses perubahan bentuk konsep global menjadi konsep yang memenuhi kebutuhan lokal. Perubahan yang dimaksud adalah suatu bentuk penyesuaian dalam rangka memenuhi kebutuhan dan budaya di tingkat lokal. Wkefield dalam Patel (2017) menyatakan “The real need for international reputation management is to think global and local and act global and local, constantly integrating these two levels of strategy and action”. Glokal sendiri terdiri atas dua kata, yaitu global dan lokal. Istilah glokal merupakan sebuat istilah perimbangan antara kekuatan global dan kekuatan lokal dimana kita diajak untuk tetap berpikir secara global dengan tindakan sesuai dengan kebutuhan di tingkat lokal. Glokalisasi dalam pendidikan dapat diartikan sebuah tindak pendidikan yang mengadopsi isu-isu pendidikan di tingkat global, namun dilaksanakan sesuai dengan kearifan lokal Indonesia. Glokasisasi pendidikan mencaku seluruh tingkat jenjang pendidikan dari pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi. Khususnya pemahaman konsep glokalisasi pendidikan dasar yang merupakan dasar dari penyelenggaraan pendidikan pada jenjang berikutnya. Sejak dini anak sekolah dasar sudah dikenalkan dengan isu-isu global dalam konteks bahan ajar untuk mata pelajaran sehingga peserta didikan dari awal sudah dikenalkan dengan perkembangan pendidikan secara global.


Glokalisasi dalam pendidikan dasar belum akrab masyarakat saat ini, karena kajian glokalisasi merupakan kajian yang baru dalam dunia pendidikan Indonesia. Glokalisasi pada awalnya merupakan konsep perpaduan produk makanan global agar dapat diterima dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di tingkat lokal. Namun saat ini, konsep glokalisasi sudah masuka ke dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat, terutama dalam dunia pendidikan di Indonesia. Pentingnya glokalisasi dalam dunia pendidikan adalah untuk menjaga karateristik pendidikan Indonesia yang berlandaskan Pancasila, namun pola pikir peserta didik berlandaskan pada wawasan secara global. Budaya pendidikan di Indonesia tentu berbeda dengan budaya pendidikan di negara-negara lain karena memiliki nilai dan norma tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh sebab itu, mempertahankan jati diri bangsa agar tidak mudah dipengaruhi oleh buaday asing dapat dilakukan melalui glokalisasi pendidikan. Kajian glokalisasi sudah banyak dilakukan di berbagai perguruan tinggi di dunia, termasuk perguruan tinggi di Indonesia. oleh karena itu, konsep glokal yang memiliki visi mempertahankan jati diri bangsa seyogyanya direkomendasikan menjadi konsep penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.

Konsep glokalisasi yang dipadukan dengan konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara

  1. Ing Ngarso Sung Tuladha
    Guru merupakan teladan bagi siswa. Kalimat ini menjelaskan bahwa guru memiliki kompetensi kepribadian yang mapan dan bijaksana. Peserta didik di sekolah dasar marupakan pembelajaran yang lebih banyak mencontoh orang-orang yang ada di sekitar mereka, khususnya sikap dan perilaku guru. Kepribadian guru dicerminkan dalam kebiasaan sehari-hari guru, mulai dari bersikap, berkomunikasi dengan siswa dan juga orang lain, serta kebiasaan guru dalam belajar dan mengajar. Kepribadian guru dan siswa di Indonesia berlandaskan pada Pancasila dimana kebiasan sehari-hari guru dan siswa mencerminkan nilai-nilai sila dalam pancasila. Masyarakat dunia secara global memliki nilai dan norma yang berbeda dalam membentuk karakter guru dan siswa di beberapa negara di belahan dunia. Nilai-nilai positif dari kepribadian guru dan siswa secara global adalah bersifat terbuka dan mengedepankan kerjasama dibandingkan kepentingan pribadi. Sesuai dengan konteks berpikir global dan bertindak lokal, siswa memahami budaya belajar di sekolah-sekolah internasional akan tetapi siswa membentuk karakter yang mencerminkan jati diri sebagai bangsa Indonesia.


2. Ing Madya Mangun Karsa
Guru memberikan dukungan saat berada di tengah-tengah peserta didik. Prinsip ini erat kaitannya dengan kemampuan pedagogik dan profesional. Guru mendampingi siswa dengan cara memahami karakteristik peserta didik, megetahui kelebihan dan kelemahan siswa sehinga mampu merancang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa. Dalam menyeenggarakan pembelajaran, guru memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas tentang topik pembelajaran yang diajarkan. Dalam menyelenggarakan pembelajaran, konsep glokal yang dapat digunakan adalah dengan mengangkat berbagai isu global dalam topik-topik pembelajaran dan hubungannya dengan isu-isu yang ada dalam kehidupan sehari-hari siswa. Kemudian siswa diajak untuk menyelesaikan permasalahan yang menjadi isu-isu global dengan cara-cara lokal atau kearifal lokal siswa. kegiatan tersebut mencerminkan prinsip berpikir global dan bertindak lokal.


3. Tut Wuri Handayani
Memberikan dorongan kepada peserta didik relevan dengan penguasaan kemampuan sosial guru. Guru memiliki kemampuan berkomunikasi dengan siswa, orang tua, dan juga pihak lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan. Kemampuan berkomunikasi bertujuan dengan permasalahan dan kendala yang timbul dari diri siswa dan juga dari luar siswa. Guru memiliki referensi dalam mengatasi permasalahan siswa di berbagai negara di dunia namun tetap menggunakan cara lokal untuk mengatasi masalah tersebut.


Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan glokalisasi dalam dunia Pendidikan, antara lain:

  1. Pembelajaran dengan pendekatan etno dan STEAM


Pembelajaran berbasis masalah merupakan pembelajaran yang disarankan guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan permasalahan pembelajaran yang kontekstual. Dalam mengatasi permasalahan pembelajaran, siswa dapat menggunakan cara-cara yang merupakan kearifan lokal lingkungan siswa. Misal pada pembelajaran matematika siswa dapat menggunakan alat ukur tradisional dengan nmenggunakan depa atau jari siswa. Pada pembelajaran IPA tentang lingkungan, siswa dapat menggunakan cara masyarakat di lingkungan sekitar siswa dalam melestarikan lingkungan.


2. Seminar Nasional


Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk menyelenggarakan seminar nasional glokalisasi pendidikan dasar di berbagai wilayah dengan sasaran peserta seluruh pihak penyelenggaran pendidikan, antara lain kepala dinas pendidikan provinsi dan kabupaten, pengawas, kepala sekolah, guru, dan pemerhati pendidikan di Indonesia. kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan konsep glokal dalam pendidikan dasar dimana respon dan tanggapan dari peserta dijadikan bahan evaluasi pengembangan konsep glokalisasi pendidikan dasar.


3. Workshop dan pelatihan


Perguruan tinggi yang memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan tri dharma perguruan tinggi diharapkan sangat berperan dalam memperkenalkan konsep glokalisasi pendidikan dasar melalui kegiatan worskhop dan pelatihan. Pada kegiatan workshop dan pelatihan, peserta yang terdiri atas pengawas, kepala sekolah, dan guru tidak hanya dikenalkan terhadap glokalisasi pendidikan dasar namun juga cara menginterpretasi konsep glokal dalam kurikulum dan proses pembelajaran. luaran kegiatan ini adalah kurikulum dan RPP berbasis glokal.


4. Bimbingan dan pendampingan


Bimbingan dan pendampingan dimaksudkan bagi sekolah-sekolah yang sudah mengikuti kegiatan workshop dan pelatihan glokalisasi pendidikan dasar. Dosen perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi pengasuh sekolah-sekolah binaan yang menerapkan konsep glokal dalam penyelenggaran pendidikan di sekolah dasar.

Tags: Dosen stkip pgri bangkalanGlobalisasi dalam pendidikan dasarMahasiswa s3 universitas negeri SurabayaPendidikan dasarRendra sakbana kusumaUniversitas negeri surabaya
377
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Mahasiswa Tewas Dipukuli Karena Tidur di Masjid, Bagaimana Sebenarnya Hukum Tidur di Masjid?

Mahasiswa Tewas Dipukuli Karena Tidur di Masjid, Bagaimana Sebenarnya Hukum Tidur di Masjid?

6 bulan yang lalu
112
Meluruskan Narasi Negatif “Calon Tunggal”, Menuju Perhelatan Kontestasi Pilkada Bangkalan

Meluruskan Narasi Negatif “Calon Tunggal”, Menuju Perhelatan Kontestasi Pilkada Bangkalan

2 tahun yang lalu
121
Efek Elektoral Dukungan Demokrat Ke Prabowo

Efek Elektoral Dukungan Demokrat Ke Prabowo

3 tahun yang lalu
40
Perlunya Suksesi Kekuasaan

Perlunya Suksesi Kekuasaan

3 tahun yang lalu
60
Pastikan Kita Punya Urgensi Dan Alasan Yang Kuat Untuk Mengubah Sistem Pemilu

Pastikan Kita Punya Urgensi Dan Alasan Yang Kuat Untuk Mengubah Sistem Pemilu

3 tahun yang lalu
38
Moral Politik Transaksional

Moral Politik Transaksional

3 tahun yang lalu
49
Berikutnya
Cegah PHK, Pengusaha Usulkan Sistem No Work No Pay

Cegah PHK, Pengusaha Usulkan Sistem No Work No Pay

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.