
Penamews.id, BANGKALAN- Masyarakat di Bangkalan, Khususnya yang miskin, mulai memamfaatkan teknologi untuk memperjuangkan hak-hak yang selama ini tidak mereka dapatkan yaitu segala jenis bantuan yang digelontorkan Kementerian Sosial.
Menurut data Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangkalan, sejak pemerintah membuka akses pendaftaran mandiri secara online, terdata setidaknya 100 orang telah memanfaatkan kemudahan untuk mengakses program penanggulangan kemiskinan.
“Sudah ada 100 keluarga yang terdata mendaftarkan secara mandiri.,” Jelas Kepala Dinsos Bangkalan, Wibagio Suharta, Jumat, 8 April 2022.
Tapi, lanjut Wibagio, meski telah terdaftar mereka tidak serta merta bisa masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial atau DTKS.
Mereka harus melewati satu fase terakhir yaitu verifikasi sebelum ditentukan masuk data PKH maupun BPNT.
Verifikasi itu meliputi pengecekan data lapangan. Seperti melihat kondisi rumah dan syarat-syarat lainnya.
Verifikasi, kata Wibagio, guna memastikan tidak ada orang kaya yang mendapat aneka bantuan sosial.
“Kami harus melakukan pengecekan terlebih dahulu, Kita kan tidak tau, khawatir ketika dimasukkan pada DTKS melalui aplikasi Sidaya Sehati malah keluarga itu sudah berkecukupan,” Kata dia.
SAE







