
Penanews.id, BANGKALAN- Pemkab Bangkalan akhirnya mbil keputusan: menunda pelaksanaan Pilkades serentak tahap ke 2. Keputusan ini disampaikan langsung Bupati Abdul Latif Amin Imron.
“Pilkades tahap dua ditunda tahun 2023,” Kata politikus yang biasa disapa Ra Latif ini, selasa, 8 Maret 2022.
Pemkab, kata dia, tak punya pilihan selain menunda. Sebab, kekurangan anggaran untuk menggelar pilkades erlalu besar.
Hitung-hitungan kasar, menggelar pilkades serentak membutuhkan anggaran kurang lebih Rp 24 miliar. Sementara anggaran yang disediakan dalam APBD hanya Rp 14 miliar.
“Otomatis kekurangannya lumayan besar, sehingga dari Rp 14 miliar kita simpan dan dan kita akan tambah dianggaran tahun 2023,” Kata dia
Dan untuk penjadwalan ulang, diperkirakan Pilkades serentak akan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2023 dengan total peserta 121 desa.
“Bagi kepala desa yang melewati masa jabatannya maka akan diisi oleh PLT,” Ujar Latif.
Ra Latif menjelaskan, dulu sebagian anggaran Pilkades, berasal dari sumbangan para calon. Namun kini, tak diperbolehkan memungut biaya itu karena pilkades murni dibiayai oleh negara.
“antisipasi adanya penolakan penundaan terkait pilkades, kami akan memberikan pengertian, karena akibat faktor yang tidak bisa dihindari,” Ucap dia.
SAE







