
Penanews.id, Bangkalan- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan, H. Sudiyo mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur bersama- sama menekan angka stunting.
Kualitas kesehatan remaja, lanjut Sudiyo, menjadi kunci dalam mencegah stunting. Hal ini disampaikan dia saat ditemui diruang kerjanya. Kamis, 24 Februari 2022.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Bangkalan, Aris Budhiartho menjelaskan, remaja putri (rematri) rentan menderita anemia karena banyak kehilangan darah pada saat menstruasi.
Remaja yang menderita anemia ini, sambung dia, berisiko tinggi untuk mengalami anemia pada masa kehamilannya. Hal ini akan berdampak pada terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan janin serta berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan.
Oleh karena itu, remaja dan wanita usia subur (WUS) perlu meminum Tablet Tambah Darah (TTD) sebanyak satu kali dalam seminggu.
“Sementara, ibu hamil mengkonsumsi TTD sebanyak 90 tablet atau lebih selama masa kehamilannya untuk mencegah anemia saat hamil, agar tidak terjadi stunting pada anak,” tutur Kabid Kesmas Dinkes Bangkalan, kepada awak media Selasa (22/2/2022).
Adapun usia bagi remaja putri itu, mulai dari usia 12 sampai dengan 18 tahun, dengan sasaran yang ada di setiap sekolah. “Jadi sasarannya semua siswi yang ada di setiap sekolah,” lanjutnya.
Sementara untuk mencegah stunting bagi balita, Aris sapaan lekat Kabid Kesmas itu mengaku, pencegahannya dilakukan dengan memberikan vitamin A, yang diberikan pada saat bulan timbang, yakni pada bulan Februari dan Agustus, dengan sasaran sebanyak 76.944 balita.
“Jadi bulan timbang itu biasanya saat bulan Februari dan Agustus dan itu merupakan bulan Vitamin A, yang diberikan setiap 6 bulan sekali, jadi bulan timbang ini sebagai penentu, anak itu stunting atau tidak,” kata dia.
Abdi







