
Penanews.id,BANGKALAN- Tiga mahasiswa asal Kecamatan Geger, Kabupaten, Bangkalan, Madura, Jawa Timur diketahui menjalani pemeriksaan di Mapolres Bangkalan, Rabu 23 Februari 2022.
Ketiganya dilaporkan atas dugaan melanggar UU ITE penyebaran video tindakan asusila di Petilasan Potre Koning, Gunung Geger, yang beberapa waktu lalu digerebek warga setempat.
Saat mendatangi Mapolres Bangkalan, ketiga mahsiswa itu didampingi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Geger (FKMG).
Aksi saling bentak sempat terjadi antara aparat dan mahasiswa saat pertama kali tiba di Mapolres, karena aparat menanyakan kapasitas puluhan mahasiswa saat mendapingi ketiga terlapor.
Ainul Haris Efendi, salah satu mahasiswa mengungkapkan, kekesalan warga bermula dari kejadian tidak senonoh yang dilakukan di areal makam yang dianggap masyarakat setempat sebagai tempat kramat.
Akan tetapi, lanjut dia, video saat penggerebekan tersebar yang kemudian dilaporkan oleh wanita berinisial SH tersangka dugaan asusila.
“Ada video saat penggerebekan yang beredar di Medsos, lalu tersangka SH melaporkan dengan dugaan uu ITE. Kita kesini sekitar 27 orang, untuk mengawal dan mengantarkan 3 pemuda untuk dilakukan pemeriksaan,” ungkapnya.
Menurutnya pemanggilan dari pihak Kepolisian pada 14 Februari yang lalu, akan tetapi yang bersangkutan tidak bisa hadir karena 3 pemuda masih berstatus mahasiswa aktif sehingga mengalami kendala. Ketiganya yakni Abdul Wahed, Yusuf dan Dhofir.
“Kita masyarakat geger akan menempuh semua prosey hukum, kita akan tunggu sampai saudara kita yang diperiksa oleh penyidik sampai selesai. Kami tidak tau 3 orang saudara kita ini diperiksa sebaga apa, tapi dari surat panggilannya pemeriksaan penyelidikan,” imbuhnya.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo belum bisa memastikan pemanggilan terhadap 3 pemuda geger tersebut. Akan tetapi secara pasti ada kaitannya pada laporan oleh tersangka kasus dugaan asusila di areal pemakaman.
“Kami belum bisa memberikan kepastian terhadap pemanggilan itu, saya sendiri masih ada diperjalanan nanti saya hubungi penyidiknya,” tuturnya saat dihubungi via telpon.
Abdi







