
Penanews.id, BANGKALAN – Harga pupuk di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, sedang jadi sorotan karena ada yang menjual di atas harga eceran tertinggi atau HET.
Wakil Bupati Bangkalan, Mohni rupanya telah mendengar ihwal harga pupuk ini. Dia memastikan pemerintah secepatnya akan mengevaluasi dengan mengumpulkan para distributor dan pengecer.
“Kasihan petani jika harga pupuk melebih HET, ,” Jelas Wakil Bupati Bangkalan Mohni, Selasa 4 Januari 2022.
Pemerintah telah menetapkan HET pupuk di angka Rp 112,500 perzak untuk pupuk jenis urea. Namun ditemukan pedagang yang menjual di harga Rp 120 ribu perzak.
Menurut Mohni, pelanggaran retribusi pupuk memang sering terjadi, sebab itu harus segera ditindaklanjuti karena menurut dia seorang petani merupakan profesi yang mandiri.
“Mereka menanam di lahannya sendiri dengan telaten, merawat dan menunggu sampai panen. Jadi harus diperjuangkan apa yang menjadi kebutuhannya,” Papar dia.
Reaksi berbeda diutarakan Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Fathur Rosi. Baginya sedikit kenaikan tidak menjadi masalah jika berkaitan dengan biaya tranportasi.
“Kalau harganya dinaikkan sedikit gak jadi soal, karena ongkos kirim juga dibutuhkan. Beda lagi kalau semisal HETnya 112.500 lalu dijual 150 ribu, itu yang jadi persoalan dan bisa dilaporkan,” Jelas dia.
Dengan adanya kejadian seperti itu, Rosi meminta kepada Dispertahotbun selaku mitranya untuk melakukan pengawasan tehadap distributor dan kios-kios.
“Perlu pengawasan yang lebih inten dari Dinas pertanian,” pungkas dia.
SAE







