
Penanews.id, PAMEKASAN – Kegagalan DPC PDIP Kabupaten Pamekasan tanpa meraih satupun kursi di Legislatif pada pileg 2019, membuat pengurusnya terus berbenah.
Baru-baru ini, partai berlambang banteng ini berhasil merekrut seorang tokoh muda dari kalangan pesantren. Dia adalah Ning Aisyah As’adiyah.
Perempuan yang akrab disapa Ning Dhiah ini adalah cucu KH As’ad Syamsul Arifin, dari puteri ketiganya Nyai Hajah Makkiah As’ad, yang kini mengasuh Ponpes Alhuda, Sumber Nangka, Pamekasan.
Nyai Makkiah sangat mendukung penuh langkah puterinya itu. Saat Ning Dhiah dikukuhkan sebagai kader PDIP senin lalu, dia hadir dan menyaksikan langsung pengukuhan yang digelar di kantor DPC, Perum Graha Indah, Tlanakan, Pamekasan, Senin (3 Januari 2021).
Dilansir koranmadura.com, Nyai Makkiah berharap keberadaan puterinya itu bisa memberi semangat kehidupan beragama di PDIP dan menghapus stigma sebagai partai pro komunis.
“Partai ini, bisa menjadi partai yang menjalankan misi Rasulullah dalam menciptakan iklim demokrasi yang berketuhanan,” katanya.
Nyai Makkiah juga menceritakan kedekatan antara ayahnya, KH. As’ad Syamsul Arifin, dengan Bung Karno di masa lalu.
“Bung Karno sering bertemu ayah saya. Beliau selalu menegaskan bahwa beliau warga NU. Beliau juga dekat dengan para ulama,” jelas isteri mantan Ketua PCNU Pamekasan, KH. Shodqi Mudhar tersebut.
Ning Dhiah sendiri menyampaikan keputusannya bergabung dengan PDIP telah melewati proses pemikiran yang panjang disertai istikharah.
Ia menegaskan, akan menjadikan PDIP sebagai ladang dakwah dan perjuangan, sehingga keberadaannya di partai tersebut bukan sekedar formalitas, namun memiliki manfaat bagi masyarakat.
“Kalau selama ini partai ini dianggap sebagai partai komunis dan kafir, maka ijinkanlah saya untuk mengislamkannya,” kata Ning Dhiah.
Dirinya sudah siap jika muncul anggapan negatif atas keputusannya dari beberapa kalangan, termasuk dari tokoh masyarakat. Bahkan akan menjadikannya sebagai tantangan untuk membuktikan bahwa dakwah tidak selamanya harus di masjid.
Bergabungnya Ning Dhiah ke PDIP, disambut baik sejumlah pengurus partai tersebut. Sekretaris DPC Pamekasan, Nadi Mulyadi, mengatakan cucu salah satu pendiri NU tersebut menjadi tambahan amunisi untuk membesarkan partainya.
“Selama ini DPC Pamekasan dianggap terpuruk. Dan Ning Dhiah adalah bagian dari semangat kami untuk bangkit dan membuktikan bahwa kami masih ada,” katanya.
EMbe







