Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Rabu, 23 September 2026
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penanews.id
No Result
View All Result
Home Opini

Ini Sosok Maria dan Dmitri, Dua Wartawan yang di Anugerahi Nobel Perdamaian

TwitterFacebookWhatsApp

Baca Juga:

Jurnalisme Lingkungan dan Lokakarya Santuy Ala SKK Migas Jabanusa

Foto tempo.co




Penanews.id, JAKARTA – Nobel Perdamaian untuk kategori Jurnalisme tahun 2021 diberikan kepada dua wartawan: Maria Ressa dari Filipina dan Dmitri A. Muratov dari Russia.

Keduanya adalah pendiri dan pemimpin redaksi di negaranya masing-masing.

Maria Ressa adalah pemimpin redaksi media Rappler. Pada 2018, Ijin media ini dicabut oleh otoritas di Filipina.

Ketika Presiden Duterte melancarkan “perang melawan narkoba”, Rappler dengan berani membuka kebobrokan agenda ini.

Perang ini memakan kira-kira 30,000 nyawa dan korban-korbannya adalah rakyat kecil yang tidak bisa membela diri.

Sementara Dmitri A. Muratov adalah pemimpin Redaksi Novaya Gazeta, sebuah media investigatif di Russia. Media ini didirikan Presiden terakhir Uni Sovyet Mikhail Gorbachev.

Uang pendiriannya berasal dari sebagian hadial Nobel Perdamaian yang diterima Gorbachev pada tahun 1990.

Sejak didirikan, enam jurnalis Novaya Gazeta telah terbunuh. Semua ini berkaitan dengan laporan yang mereka tulis. Tidak terhitung ancaman, pelecehan, dan intimidasi yang mereka terima.

Namun media ini tetap berusaha tegak memberitakan apa yang harus diberitakan dan membuat penguasa bertanggungjawab atas apa yang mereka lakukan.

Anugerah untuk kedua jurnalis ini layak disebut sebagai anugerah kepada jurnalisme itu sendiri. Kita tahu bahwa dalam jaman sekarang ini sangat sulit menjadi jurnalis.

Ada banyak orang yang berprofesi sebagai “wartawan” namun tidak semua wartawan mengerti jurnalisme dan mampu menghidupi profesinya dalam standar sebagai jurnalis. (*)

Tags: Nobel PerdamaianNobel untuk jurnalisme
38
VIEWS
TwitterFacebookWhatsApp

Related Posts

Mahasiswa Tewas Dipukuli Karena Tidur di Masjid, Bagaimana Sebenarnya Hukum Tidur di Masjid?

Mahasiswa Tewas Dipukuli Karena Tidur di Masjid, Bagaimana Sebenarnya Hukum Tidur di Masjid?

11 bulan ago
131
Meluruskan Narasi Negatif “Calon Tunggal”, Menuju Perhelatan Kontestasi Pilkada Bangkalan

Meluruskan Narasi Negatif “Calon Tunggal”, Menuju Perhelatan Kontestasi Pilkada Bangkalan

2 tahun ago
127
Efek Elektoral Dukungan Demokrat Ke Prabowo

Efek Elektoral Dukungan Demokrat Ke Prabowo

3 tahun ago
46
Perlunya Suksesi Kekuasaan

Perlunya Suksesi Kekuasaan

4 tahun ago
65
Pastikan Kita Punya Urgensi Dan Alasan Yang Kuat Untuk Mengubah Sistem Pemilu

Pastikan Kita Punya Urgensi Dan Alasan Yang Kuat Untuk Mengubah Sistem Pemilu

4 tahun ago
39
Moral Politik Transaksional

Moral Politik Transaksional

4 tahun ago
53
Next Post
Cerita Pemuda Ngaku Dibegal, Padahal Jadi Korban Open BO

Cerita Pemuda Ngaku Dibegal, Padahal Jadi Korban Open BO

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2026 Penanews.id All right reserved.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In