
Penanews.id, Bangkalan-Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bangkalan laksanakan Pelatihan Instruktur Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) sekaligus Launching Buku Panduan Kaderisasi pada Sabtu (9/10/21) bertempat di Yayasan As-Salam, Kabupaten Bangkalan.
MAPABA merupakan jenjang kaderisasi formal pertama di dalam PMII sebagai langkah awal rekrutmen kader organisasi.
Acara pelatihan ini mengangkat tema Penguatan Internal Organisasi Menuju Kaderisasi PC PMII Bangkalan yang Membumi.
Syaiful Bahri, Ketua Panitia menyampaikan pelatihan ini ditujukan selain untuk menyelaraskan pola kaderisasi, juga untuk penguatan, dan menyiapkan kader PMII Bangkalan.
“Kader PMII harus siap dalam menghadapi perkembangan dan segala tantangan dan problem yang muncul sebagai konsekuensi kemajuan zaman” ungkapnya.
Sementara Syamsul Hadi, Wakil Ketua I PC PMII Bangkalan menyampaikan bahwa pada kepengurusan PC PMII Bangkalan 2021-2022 mennyepakati gran desain penguatan intlektual kader.
“Kami sepakat untuk mengambil Gran Desain penguatan intlektual kader yang diharapkan melahirkan kader yang mempunyai nilai tawar” paparnya.
Selain mengadakan pelatihan ini untuk menata tehnis pelaksanaan kaderisasi, PC PMII Bangkalan juga menyusun Panduan Kaderisasi sebagai acuan secara tertulis.
“Panduan kaderiasasi ini sebagai acuan secara tertulis yang mengatur secara sistemik pola kaderisasi sesuai gran desain yang telah disepakati” tukasnya.
Salah satu yang diatur dalam buku pedoman ini adalah terkait bedah tema antara panitia dan pihak pengurus cabang.
“Kalau sudah ada bedah tema, secara otomatis panitia tidak serampangan dalam pengambilan tema. Akan tetapi harus betul-betul melalui tahap pengkajian yang serius dan inten, serta berdasarkan dengan refrensi yang jelas sehingga dapat dipertahankan dihadapan pengurus cabang.” Jelasnya.
Kemudian juga mengatur terkait rekomendasi bacaan pasca MAPABA, yaitu tentang ke-PMII-an seperti buku PMII dalam Simpul-Simpul Sejarah, PMII di Simpang Jalan, Cintra Diri PMII, Menjadi Kader PMII dan seterusnya.
“Hal ini bertujuan untuk membangun keyakinan anggota PMII pasca mengikuti MAPABA sehingga betul-betul menjadi kader Muktakid yang seutuhnya” paparnya.
Sementara Kholil, Ketua Umum PC PMII Bangkalan mengamini hal tersebut. Pasalnya, problem secara umum kader PMII Bangkalan lemah aspek intlektualitasnya sehingga perlu untuk menggalakkan penguatan intlektual kader tersebut.
“Diakui atau tidak, kader PMII lemah dalam kemampuan intlektualnya. Bahkan cakupan besarnya Bangkalan sendiri IPM-nya sampai saat ini sangat rendah.” Ungkapnya.
Maka, kata Kholil, diawali dari tubuh PMII dapat memperbaiki kualitas kader serta dapat meningkatkan minat pendidikan dan literasi masyarakat kabupaten Bangkalan.
“Kita awali dari tubuh PMII. Membuat perubahan yang pertama harus diawali dari diri sendiri. Syukur-syukur bisa menyadarkan masyarakat Bangkalan akan pentingnya hal tersebut” pungkasnya.
Syam






