
Penanews.id, Bangkalan- Ratusan Warga Desa Buluh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan Madura Jawa Timur Selasa malam, 1 september 2021, gelar Istigosah dan doa bersama.
Tujuannya tidak lain sebagai bentuk penolakan atas rencana pembukaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di desa tersebut, karena tidak berdampak positif terhadap masyarakat sekitar.
Salah satu warga setempat, H. Abdul Qodir berujar, adanya TPA di kawasan Buluh hanya membawa dampak buruk terhadap masyarakat sekitar. Oleh karenanya, para warg tidak mrnghendaki TPA itu dibuka kembali.
“Semoga TPA tidak dibuka lagi, hal itu dikarenakan adanya TPA selama 15 tahu sangat berdampak buruk terhadap masyarakat setempat,” tegas dia.
Selain istighozah dan do’a bersama, para warga juga berdialog dalam menyatukan sikap penolakan atas dibukanya kembali TPA tersebut.
“Masyarakat sudah sepakat tidak setuju jika TPA di buka lagi, baik kelola seperti apapun,” ujarnya.
Sementara itu, H, salah satu Tokoh Masyarakat (Tomas) Buluh mendukung penuh tidak dibukanya kembali TPA yang ada di samping rumahnya.
“Sekarang masyarakat sudah sepakat untuk tidak dibuka lagi, walapun di iming-imingi dengan adanya pengelolaan dan akan menggunakan masyarakat sekitar,” kata dia.
Sebelumnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, Anang Yulianto pada 30 Juli 2021 bilang masyarakat serta pemuda setempat sepakat jika TPA yang berada di Desa Buluh di buka lagi.
Sehingga, lanjut dia, pada akhir bulan Agustus 2021 akan diadakan pekerjaan dengan anggaran 2,7 milyar. Proses lelang pekerjaan pun sudah dilaksanakan.
“Pembangunan TPA sudah persiapan, sudah dilelang,” tutur dia.
Menurut Anang, masyarakat sekitar beserta kalangan muda, dan pemerintah desa menyepakati dengan adanya pembangunan dan pengolahan sampah di TPA tersebut.
“Insya Allah sepakat, intinya kalau ada perbedaan perlakuan ya tidak masalah, yang penting harus berubah,” kata dia
Dalam pembukan dan pengolahan sampah di sana, pihaknya akan mengunakan tenaga masyarakat sekitar yang terdampak sebagai pekerja.
“Nanti kami akan menggunakan penduduk sekitar sebanyak 25 orang, yang akan bekerja disektor persampahan,” terangnya.
Selain itu Ia menegaskan, Jika ada masyarakat sekitar yang menolak dengan adanya pembangunan dan pembukaan lagi TPA, dirinya menegaskan masyarakat harus menunjukan atas dasar apa.
“Jangan cuma menolak, berikan alasan menolak karena apa, sehingga bisa menyandingkan solusinya,” Tandasnya.
SAE







