
Penanews.id, JAKARTA- Rupanya Orang kaya perlu turun tangan agar pedagang mematuhi PPKM darurat.
Jusuf Hamka, pengusaha yang dijuluki ‘bos jalan tol’, turun gunung Walikota Jakarta Pusat Dhani Sukma dan Camat Johar Baru, Nurhelmi Savitri.
Berjalan kaki mereka menemui setiap pedagang agar mematuhi PPKM Darurat agar tutup jam 8 malam. Setelah mengimbau, Jusuf menanyakan berapa harga bila ia memborong dagangannya.
“Pak, nasi segitu banyak bisa berapa porsi? Sehari kira-kira bisa jual berapa porsi kalau nasi goreng, bihun goreng atau ini?,” tanya Jusuf dikutip dari merdeka.com.
“Kalau habis bisa 30, ya kira-kira 30 kali Rp13 ribu,” jawab si pedagang
“Oke, berarti 30 kali Rp13 ribu jadi Rp390.000. Saya borong semuanya ya. Bikinin yang enak ya buat warga yang isoman di sini, (nanti diambil) teman-teman Satpol PP (nasi gorengnya,” pinta Jusuf.
Jusuf Hamka bilang aksi itu merupakan ide bersama dengan Wali Kota Jakpus Dhani Sukma dan Camat Johar Baru, supaya para pedagang mau mengikuti aturan tutup jam 8 malam, maka dagangan pun harus dihabiskan.
“Ini kan ada aturan PPKM, kita dukung pemerintah biar pandemi lekas berlalu. Barokah ya. Ini pak Wali Kota, ibu camat, ingin PPKM dijalankan dengan baik. Beliau-beliau ini punya ide, dagangan sampean (Anda) perlu dipikirkan. Oleh sebab itu, kita kerja sama antar pemerintah kota dan saya untuk membantu. Jadi kamu bisa pulang,” terang Jusuf.
Setelah semua dagangan diborong, para anggota Satpol PP bertugas mengambil dan membagikan ke warga yang sedang melakukan isolasi mandiri dan para kaum dhuafa serta termarjinalkan.
“Ini dibeli semua sama pak Wali Kota ya dan Jusuf Hamka, jadi kamu harus pulang. Dukung program pemerintah jam 8 sudah pulang. Supaya kamu enggak dirugikan, kita beli tolong dibikinin yang higienis ya. Nanti dibawa teman-teman Satpol PP. Jangan kasih cabai ya, biar enggak mules lagi kondisi gini,” papar Jusuf.
“Nanti makanannya dikumpulkan di kecamatan lalu dibagi ke teman-teman isoman dan yang termarjinalkan. Semoga ini bisa diadopsi oleh yang lain. Dan ini adalah ide dari pak Dhani Sukma,” imbuhnya.
Ada momen kala Jusuf menerima teguran dan ocehan salah seorang warga pemilik komedi putar. Lantas Jusuf mencoba menenangkan dan memberi uang lebih kepadanya supaya mau menutup usaha sementara waktu, tanpa paksaan.
“Bapak tenang, jangan emosi dulu. Kan biasanya dapat Rp150, ini saya gantiin Rp400 ribu untuk tutup dulu kalau bisa sampai besok. Kalau enggak yaudah, enggak apa-apa. Yang penting bapak mendukung PPKM. Ini, rezeki anak sholeh dari pak Wali. Barokah, panjang umur,” ujar Jusuf.
Lantaran waktu sudah malam, Jusuf dan rombongan pun bertolak pulang. Namun ada pesan menohok yang disampaikan olehnya. Terutama bagi para sesama pengusaha yang memiliki kesanggupan materi untuk mengulurkan tangan.
“Semoga UMKM tetap hidup. Jadi saya imbau pada teman-teman pengusaha yang mampu, ayo mari kita bantu saudara-saudara kita. Kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” kata Jusuf dilansir merdeka.com.
EMBE







