
Penanews.id, BANGKALAN – Anggota Komisi XII DPR RI Hasani bin Zuber menilai efisiensi dan penghematan energi menjadi langkah mendesak di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional dan tekanan anggaran akibat subsidi.
Baca Juga:
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Efisiensi dan Penghematan Energi di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Senin, 15 Desember 2025.
Hasani mengatakan konsumsi energi Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Di sisi lain, ketergantungan pada energi fosil masih tinggi, sementara kapasitas fiskal negara untuk menanggung subsidi energi semakin terbatas.
“Efisiensi energi tidak bisa lagi diposisikan sebagai imbauan normatif. Ini sudah menjadi instrumen kebijakan untuk menjaga ketahanan energi nasional,” kata pria yang akrab disapa Lora Hasani ini.
Ia mengaitkan kegiatan sosialisasi tersebut dengan kebijakan pemerintah yang tengah menata ulang skema subsidi energi agar lebih tepat sasaran.
Menurutnya, tanpa perubahan pola konsumsi di tingkat masyarakat, penyesuaian kebijakan subsidi berisiko menimbulkan tekanan sosial dan fiskal.
Hasani menilai daerah seperti Bangkalan memiliki peran strategis dalam mendukung agenda efisiensi energi nasional. Perubahan perilaku konsumsi energi di tingkat rumah tangga, menurut dia, dapat memberi dampak signifikan jika dilakukan secara luas dan berkelanjutan.
“Langkah sederhana seperti penggunaan peralatan hemat energi dan pengendalian pemakaian listrik bisa berkontribusi langsung pada pengurangan beban energi nasional,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk mulai membuka ruang pemanfaatan energi alternatif sebagai bagian dari transisi energi jangka menengah, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya optimal dalam pemanfaatan sumber daya lokal.
Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat dan diwarnai diskusi terkait persoalan energi sehari-hari, termasuk kenaikan biaya listrik dan keandalan pasokan.
Hasani menegaskan, peningkatan literasi energi publik menjadi kunci agar kebijakan efisiensi tidak berhenti pada level regulasi, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan.
Menurutnya, efisiensi energi tidak hanya berdampak pada penghematan biaya rumah tangga, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika harga energi global.
EMbe






