
Penanews.id, BANGKALAN– Sekitar 70 kader GP Ansor, mereka pengurus PAC dari 18 kecamatan, mendatangi Polres Bangkalan, Rabu, 19 Mei 2021.
Mereka ditemui Kepala Satreskrim AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo dan Kepala Sat Intel Iptu Akhmad Junaidi.
Kedatangan mereka untuk audiensi menanyakan progres perkara teror yang dialami Ketua PAC GP Ansor Socah yang juga Anggota DPRD Bangkalan, Abdul Aziz.
AKP Sigit memuji inisiatif kader Ansor itu menanyakan penanganan perkara langsung langsung ke penyidik. Audiensi, kata dia, bisa mencegah dari asumsi-asumsi bias yang beredar di masyarakat.
“Saya senang dengan audiensi ini, karena langsung bertanya ke sumber utama yang menangani perkara,” kata Sigit.
Sambil membuka lermbar-lembar berkas di depannya, Sigit menjelaskan beragama upaya yang telah dilakukan anak buahnya. Dari mencari proyektil peluru nonstop dua hari hingga mendatangkan Tim Labfor Polda Jatim ke lokasi.
Dari semua upaya itu, kata Sigit, kesimpulan sementara penyidik lubang di kaca toko milik Abdul Aziz bukan disebabkan peluru. Namun sayang, dikarenakan minimnya saksi dan bukti, penyidik pun belum bisa memastikan apa penyebab pastinya.

Kesimpulan sementara itu, lanjut Sigit, didasari tiga hal. Pertama, empat saksi yang diperiksa, semuanya mengaku tidak mendengar suara letusan saat kejadian.
Kedua, polisi telah mencoba memasukkan peluru kaliber 9 centimeter ke lubang di toko Aziz namun tak maut. Diameter lubangnya lebih kecil.
“Kalau peluru, diameter lubang pasti sama. Tapi lubang di kaca itu tidak sama baik atas bawah dan sampingnya,” tutur dia.
Uji ketiga adalah swab kaca, yaitu petugas labfor mengolesi cairan khusus ke lubang. Jika lubang itu bekas peluru, maka pasti ada sisa logam yang ditandai perubahan warna.
Namun hasil swab itu tak menunjukan, ada sisa logam di lubang itu.
“Inilah yang mendasari kami, membuat kesimpulan sementara itu. Hasil uji lab resmi dari Polda, akan secepatnya kami publikasikan,” ungkap dia.
Mendengar penjelasan itu, juri bicara Forum PAC GP Ansor Bangkalan, Nur Hadi Muhni berharap apapun kesimpulannya penyelidikan harus tetap diusut sampai tuntas. Untuk mencegah agar tak terulang lagi di kemudian hari.
“Terima kasih atas penjelasannya, setidaknya kami tahu bahwa perkara ini ditangani dengan serius dan transparan. Kami tetap berharap, motif dan Siapa pelaku harus tetap diungkap,” kata Nur Hadi.
EMBE








