Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Kamis, 17 September 2026
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penanews.id
No Result
View All Result
Home Opini

PDI Perjuangan dan Perlawanan Terhadap Politik Identitas

TwitterFacebookWhatsApp

Oleh: Mahfud. S.Ag

Secara definisi politik bisa di artikan sebagai upaya dan usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles). Definisi tersebut memberikan penegasan kepada kita semua, bahwa pondasi dan tujuan politik ditekankan pada kemaslahatan bersama. Namun akhir akhir ini politik yang bermuara pada kebaikan bersama bergeser pada issue dan terminologi ”kepentingan pribadi atau kelompok”, sebut saja terminologi tersebut dengan politik identitas

Baca Juga:

Pengedar Sabu di Bangkalan Gunakan Modus Kurir Makanan

Empat Pilar Harus Menjadi Kompas Pengelolaan Kekayaan Alam

Politik identitas secara definisi adalah politik yang menekanan pada perbedaan-perbedaan yang didasarkan pada asumsi fisik tubuh, kepercayaan, dan Bahasa yang menjadi ciri atau tanda khas dari seseorang. Contoh terkenal adalah Politik Apertheid di Afrika yang membagi warganya menjadi dua golongan masyarakat berdasarkan ciri fisik, yakni mereka yang berkulit hitam dan mereka yang berkulit putih.

Di Indonesia sendiri, politik identitas sering didasarkan pada kepercayaan dan suku (SARA). politik identitas juga digunakan sebagai salah satu strategi kampanye untuk para kandidat dalam Pemilu, dan juga menjadi alasan beberapa orang untuk memilih (Abdillah, 2002)

Fenomina politik identitas tentu sangat meresahkan bagi keberlangsungan Negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) mengingat bangsa Indonesia terdiri dari berbagai ribuan suku, ras dan agama. Hal ini tentu akan berkonseksuensi pada perpecahan dan menggangu pada keberlangsungan bangsa Indonesia. Indonesia sudah mengalami sejarah pahit dengan adanya gesekan sampai pertumpahan darah persaudaraan, konflik ras dan agama tentu sangat menakutkan bagi bangsa ini dan itu harus menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua.

Komitmen PDI perjuangan melawan politik identitas

Tepat pada tanggal 10 januari 2021 PDI Perjuangan ulang tahun ke 48. Konsen dalam harlah ke 48 PDI-P memerangi politik identitas. Hal tersebut di dorong karena melihat realitas politik hari ini sudah bergesar dan subtansi bernegara. Masih jelas dalam ingatan kita bagaimana founding father Nusantara ini meletakkan dasar dasar Negara dengan pancasila.

Soekarno yang merupakan pendiri sekaligus presiden pertama Indonesia dalam pidatonya Pada perayaan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1963, di Glora Bung Karno Senayan, sang Proklamator menyampaikan pidatonya dengan semangat berapi-api.

“Saya bicara di sini bukan sebagai Presiden Indonesia, bukan sebagai palnglima tertinggi Indonesia, tapi sebagai penyambung lidah rakyat Indonesia,” ucap Bung Karno.

“Dari Sabang sampai Merauke, empat perkataan ini bukanlah sekedar ilmu bumi, dari Sabang sampai Merauke bukanlah sekedar menggambarkan geografis. Ia adalah merupakan satu kesatuan kebangsaan, dia adalah merupakan satu kesatuan kenegaraan, kesatuan tekad, kesatuan ideologi, satu kesatuan nasional yang hidup laksana api unggun”

Atas dasar tersebutlah PDI Perjuangan berkomitmen bahwa menjaga dan meramut persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia ini merupakan harga mati.!

Langkah taktis PDI perjuangan untuk melawan politik identisa dengan cara edukasi dan penyadaran pada semua golongan, bahwa politik identitas sangat merugikan bangsa ini, hal tersebut dibuktikan dengan adanya webinar untuk mempersipakan harlah dengan tema ‘Evaluasi Demokrasi Indonesia Pasca Reformasi: Menguatnya Politik Identitas Dan Politik Biaya Tinggi Yang Menurunkan Kualitas Demokrasi’, Selasa (29/12/2020) malam.

Hasil diskusi yang dihadiri oleh beberapa tokoh dan politisi internasional menyepakati bahwa poltik identitas harus di lawan demi keberlangsungan Negara dan ummat manusia. Hal ini juga merupakan kewajiban bagi kita semua untuk saling berjuang menghidupkan gotong royong dan tenggang rasa tanpa melihat RAS, tapi lebih melihat pada sesi nilai kemanusianya. Kita harus Hidupkan Perjuangan dalam berbagi dan berbagi perjuangan.! MERDEKA Selamat Harlah PDI Perjuangan ke 48.

Penulis merupakan
Anngota DPRD Jatim
Fraksi PDI perjuangan
Bendahara Umum PC GP Ansor Kab Bangkalan

Tags: BangkalanDprd provinsi Jawa timurKader PDI-P kabupaten BangkalanMahfud S.AgPerlawanan terhadap politik identitas
225
VIEWS
TwitterFacebookWhatsApp

Related Posts

Mahasiswa Tewas Dipukuli Karena Tidur di Masjid, Bagaimana Sebenarnya Hukum Tidur di Masjid?

Mahasiswa Tewas Dipukuli Karena Tidur di Masjid, Bagaimana Sebenarnya Hukum Tidur di Masjid?

11 bulan ago
131
Meluruskan Narasi Negatif “Calon Tunggal”, Menuju Perhelatan Kontestasi Pilkada Bangkalan

Meluruskan Narasi Negatif “Calon Tunggal”, Menuju Perhelatan Kontestasi Pilkada Bangkalan

2 tahun ago
127
Efek Elektoral Dukungan Demokrat Ke Prabowo

Efek Elektoral Dukungan Demokrat Ke Prabowo

3 tahun ago
46
Perlunya Suksesi Kekuasaan

Perlunya Suksesi Kekuasaan

4 tahun ago
65
Pastikan Kita Punya Urgensi Dan Alasan Yang Kuat Untuk Mengubah Sistem Pemilu

Pastikan Kita Punya Urgensi Dan Alasan Yang Kuat Untuk Mengubah Sistem Pemilu

4 tahun ago
39
Moral Politik Transaksional

Moral Politik Transaksional

4 tahun ago
52
Next Post
Warga dan Siswa Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak di Banyuneng Dajah

Warga dan Siswa Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak di Banyuneng Dajah

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2026 Penanews.id All right reserved.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In