• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Minggu, 26 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Madura Bangkalan

Ra Latif Ungkap Alasan Kenapa Bangkalan Harus Punya Alat PCR Sendiri

  • Kamis, 4 Juni 2020 09:05
FacebookTwitterWhatsApp


bupati bangkakan Abdul Latief

Penanews.id, BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Madura, Jawa Timur, R. Abdul Latif Amin Imron menjelaskan alasan  ikhwal rencana membeli alat Polymerase Cain Reaktion (PCR).

Baca Juga:

Forkopimda Hingga Tokoh Blater di Bangkalan Deklarasi Stop Kekerasan

Jelang Penghujung Tahun, Pemkab Bangkalan Terima 4 Penghargaan

Dia perlu menjelaskan ini setelah sejumlah kalangan mempertanyakan kenapa rencana itu baru tercetus sekarang, setelah jumlah pasien positif Corona di Bangkalan mencapai lebih 60 orang.

Pria yang akrab disapa Ra Latif ini menjelaskan pembelian alat tes PCR itu untuk memangkas panjang antrean tes PCR di RSUD dr Soetomo Surabaya.

Menurut info yang dia terima, antrean menjadi lama karena laboratorium di sana ditutup setelah ada pegawai terpapar Virus yang menyerang sistem pernafasan ini.

“Karena dengan ditutupnya laboratorium soetomo, kabarnya pegawainya positif semua, otomatis ada dua lab yang buka di Jatim. Sehingga daftar antrean untuk swab cukup lama,” kata dia saat ditemui di Pendopo Agung Bangkalan. Rabu, 3 Juni 2020.

Sementara di sisi lain, kata dia, seorang pasien bisa dinyatakan sembuh, minimal harus melalui dua kali swab (PCR). Atas dasar situasi itulah, sambung dia, pemkab berencana membeli alat tes swab sendiri.

“Kami mencoba berfikir mengadakan sendiri  sehingga dengan pasien yang kita miliki ini baik PDP maupun ODP pasti, apakah positif corona atau memang punya penyakit bawaan di pasien sendiri,” ujarnya.

Satu alat swab PCR harganya ditaksir Rp 1 miliar. Menurut Latif, ketersediaan alat ini akan menghemat anggaran.

Sebab, biaya satu sample swab Rp 2,5 juta untuk jalur subsidi dan Rp 4,6 juta untuk jalur mandiri di rumah sakit swasta.

“Jadi kami akan recofusing anggaran. selain dibelanjakan APD, Alat rapid dan baksos, ya untuk Swab itu,” ungkap dia.

Abdi

Tags: Pemkab Bangkalan
48
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

2 bulan yang lalu
16
Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

2 bulan yang lalu
85
DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

4 bulan yang lalu
22
Diresmikan Menteri Kebudayaan, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

Diresmikan Menteri Kebudayaan RI, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

4 bulan yang lalu
55
Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

4 bulan yang lalu
23
Tingkatkan Mutu Akademik, UTM Gelar Sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 39/2025

Tingkatkan Mutu Akademik, UTM Gelar Sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 39/2025

5 bulan yang lalu
27
Berikutnya
Ini Harta dan Aset Mantan Sekertaris MA yang Disita KPK

Ini Harta dan Aset Mantan Sekertaris MA yang Disita KPK

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.