
penanews.id, BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, akan menggelar Pemilihan Badan Permusyawaran Desa (BPD) serentak, Jumat, 15 November 2019. Pemilihan anggota ‘DPRD’ tingkat desa ini, diikuti 256 desa di 18 kecamatan.
Wakil Bupati Bangkalan, Mohni berharap proses pemilihan BPD rampung dalam 5 Jam. Dimulai pukul 07.00 dan selesai pukul 11.00 WIB.
Meski Mohni menyadari harapannya itu bakal sulit terlaksana karena tidak semua situasi desa jelang pemilihan kondusif.
“Kami tau ada yang sangat kondusif dan masih tarik menarik diantara calon,” kata dia usai apel pengamanan pembentukan BPD di Jl. Letnan Abdullah.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan mengimbau para Muspika standby selama proses pemilihan BPD berlangsung.
Keberadaan Muspika penting, agar jika ada persoalan timbul, bisa diselesaikan di tingkat desa dan kecamatan.
“Harapan kami cukup selesai di desa dan kecamatan. Muspika stand by semua, kami akan melakukan peninjauan juga,” ujar dia.
Ada pun soal pengamanan, Wakapolres Bangkalan Kompol Hendi Kurniawan mengatakan telah menyiapkan 312 personel. Mereka akan dibackup 2 pleton brimob dan 1 pleton shabara.
“Itu dari unsur kepolisian, dari TNI sebanyak 250 personel,” tuturnya.
Berdasarkan hasil pemetaan, Hendi menambahkan terdapat tiga desa kategori rawan ricuh di Kecamatan Geger dan Blega. Yaitu Desa Karanggayam, Geger dan Banyuneng Laok.
“Desa yang rawan akan dijaga lima polisi ditambah dari TNI,” kata dia. (SRL)







