
Penanews.id, BANGKALAN– Tiga kelurahan dan satu desa di Kecamatan Kota, Bangkalan, terendam banjir rob akibat luapan air laut. Kelurahan Pangeranan, Mlajah, Pajegen, serta Desa Martajesah tergenang air sejak Selasa (27/5) hingga Jumat (30/5).
Ibu Eti, warga Kelurahan Pangeranan, mengatakan banjir rob terjadi setiap tahun antara Mei dan Agustus, tetapi kali ini ketinggian air lebih tinggi dari biasanya.
“Biasanya air mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 09.00–14.00 WIB dengan ketinggian 60 cm dan berlangsung seminggu. Dalam sebulan bisa dua kali banjir. Sekarang sudah empat hari,” ujarnya.
Banjir rob juga melanda Kelurahan Pajegen, Mlajah, dan Desa Martajesah. Fatur, warga Perumahan Griya Utama, Martajesah, mengatakan banjir telah berlangsung tiga hari sejak Rabu (28/5).
Lurah Pangeranan, Agus Deni, menyebutkan tiga RW terdampak, yaitu RW 3, RW 5, dan RW 10, dengan ratusan rumah terendam. Pihak kelurahan telah mengadakan kerja bakti mingguan untuk membersihkan drainase, tetapi penyebab utama banjir adalah pendangkalan sungai.
“Sudah puluhan tahun tidak ada pengerukan. Kami sudah laporkan ke Pemprov Jatim, tapi belum ada tindak lanjut,” katanya.
Agus menambahkan, selain Pangeranan, banjir rob juga melanda Kelurahan Pajegen, Mlajah, dan Desa Martajesah. “Mayoritas rumah warga di dekat pesisir terdampak,” imbuhnya.
(IMAM)







