• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Rabu, 29 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Ekonomi

Beri Hadiah ke Guru Disebut Gratifikasi, Cuitan Pegawai KPK Picu Pro dan Kontra

  • Senin, 27 Juni 2022 18:52
FacebookTwitterWhatsApp

Baca Juga:

Uang Miliaran dalam Perkara Gratifikasi Bupati nonaktif Bangkalan Belum Disita KPK

9 Kepala Dinas di Bangkalan juga lakukan Gratifikasi, Tapi Tak Diusut KPK

Ilustrasi



Penanews.id, JAKARTA – Momentum penerimaan rapor bagi para siswa sekolah biasanya diwarnai adanya pemberian hadiah dari para orang tua atau wali ke guru. Hanya saja hal semacam ini dapat dianggap sebagai gratifikasi meski kemudian memunculkan pro dan kontra.

Setidaknya hal itu dikisahkan oleh Aulia Postiera, mantan pegawai KPK yang disingkirkan melalui tes wawasan kebangsaan (TWK). Dia berbagi cerita tentang tidak memberi hadiah kepada guru anaknya.

Aulia membagikan ceritanya ini melalui akun Twitternya, @paijodirajo. Dia bercerita bahwa anak-anaknya baru saja menerima rapor di sekolah.

Dia menolak memberikan hadiah kepada guru anaknya meskipun orang tua lain melakukannya. Menurut Aulia, hadiah untuk guru itu termasuk gratifikasi.

“Gratifikasi kepada guru. Minggu ini, anak-anak lagi pada penerimaan rapor di sekolah. Dari kemarin istri nanyain apakah kita juga mau kasih hadiah sebagai ucapan terima kasih kepada guru karena orang tua anak-anak yang lain sedang mendiskusikan akan memberikan hadiah apa kepada guru,” tulisnya seperti dikutip detikcom, Senin (27/6/2022). detikcom telah meminta izin untuk mengutip cuitan ini.

“Saya sampaikan kepada istri, tidak perlu. Kita tidak boleh membiasakan diri memberikan gratifikasi atas suatu jasa/pelayanan profesional, termasuk kepada guru. Pemberian gratifikasi adalah kebiasaan buruk yang membuat korupsi tumbuh subur di negeri ini,” lanjutnya.

Aulia mengatakan bahwa mungkin akan banyak orang yang akan menganggap dia dan istrinya pelit. Namun, baginya, ini merupakan bagian dari pendidikan antikorupsi.

“Mungkin sebagian orang akan berpikir, saya dan istri pelit karena tidak mau memberikan sekedar hadiah kenang-kenangan kepada guru yang telah banyak berjasa mendidik anak-anak kami. Tapi bagi saya, ini adalah momen bagi saya memberikan pendidikan antikorupsi kepada anak-anak saya,” ujarnya.

Namun ada beberapa warganet yang tidak setuju dengan Aulia. Salah seorang warganet menilai pemberian untuk guru saat acara perpisahan tidak terkait dengan konflik kepentingan (conflict of interest).

“Kasih hadiah untuk guru di akhir tahun pelajaran buat aku itu apresiasi yang nggak seberapa dibanding jasa beliau. Nggak ada conflict interest karena sudah selesai ngajar dan sifatnya nggak wajib kok, kalo nggak mau atau nggak bisa kasih nggak apa-apa, tapi jangan jadi bilang ini salah satu bentuk korupsi,” tulis salah seorang pengguna Twitter merespons cuitan Aulia.

Ada pula warganet yang setuju dengan sikap Aulia tersebut. Bahkan, ia juga mendukung untuk tidak memberikan hadiah apa pun kepada pengajar.

“Untuk rekan-rekan mahasiswa. Saya senang bila kalian menghargai dosen kalian. Namun jangan berikan hadiah apapun kepada saya selama kalian masih berstatus mahasiswa saya. Kalian semangat belajar dan bisa memahami apa yang saya ajarkan sudah cukup menjadi ‘hadiah’ buat saya,” ujar pengguna Twitter yang lain.


Sumber: detik.com



Tags: Beri hadiah ke guru gratifikasiGratifikasiGratifikasi hari rayagratifikasi onlineGratifikasi sewa helikopter
132
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Tekan Beban Subsidi Energi, Hasani Bin Zuber Sosialisasikan Efisiensi Energi di Bangkalan

Tekan Beban Subsidi Energi, Hasani Bin Zuber Sosialisasikan Efisiensi Energi di Bangkalan

5 bulan yang lalu
23
Tanam Hexa Reef, PHE WMO Lestarikan Pesisir dan Dongkrak Pariwisata di Bangkalan

Tanam Hexa Reef, PHE WMO Lestarikan Pesisir dan Dongkrak Pariwisata di Bangkalan

5 bulan yang lalu
26
Belum Ada Kepastian Ganti Rugi Rumpon, Petronas Disorot Ketua Klebun Pantura

Belum Ada Kepastian Ganti Rugi Rumpon, Petronas Disorot Ketua Klebun Pantura

9 bulan yang lalu
133
Pemkab Bangkalan Alokasikan Rp135 Miliar untuk Tiga Program Prioritas Tahun 2025

Pemkab Bangkalan Alokasikan Rp135 Miliar untuk Tiga Program Prioritas Tahun 2025

10 bulan yang lalu
112
Warga Bangkalan Sulap Pembuangan Sampah Jadi Area Budidaya Cabai yang Produktif

Warga Bangkalan Sulap Pembuangan Sampah Jadi Area Budidaya Cabai yang Produktif

11 bulan yang lalu
65
Sapi Milik Warga Bangkalan Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban

Sapi Milik Warga Bangkalan Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban

11 bulan yang lalu
44
Berikutnya
Tak Tahan Dengar Tangis Bayi, Ibu Muda di Surabaya Banting Anaknya, Lalu Healing ke Jogjakarta

Tak Tahan Dengar Tangis Bayi, Ibu Muda di Surabaya Banting Anaknya, Lalu Healing ke Jogjakarta

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.