• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Jumat, 1 Mei 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Ekonomi

Pendapat Dahlan Iskan, Setelah Ahok masuk Pertamina

  • Minggu, 24 November 2019 19:21
FacebookTwitterWhatsApp
Basuki Tjahaya Purnama

Mantan Mentri BUMN era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Dahlan Iskan memberi pendapat soal masuknya ke PT Pertamina sebagai Komisaris Utama.

Menurut Dahlan, komisaris dan direksi harus harmonis bila ingin sebuah perusahaan berjalan dengan baik. Berikut tulisan dahlan yang dikutip dari blog pribadinya disway.id.

Baca Juga:

Pekerja Pertamina Berencana Mogok, Ahok: Karena Ada Wacana Pemangkasan Gaji

Dokter d’Lois

Komisaris Harmonis

Minggu 24 November 2019
Oleh : Dahlan Iskan

Akhirnya jelas: BTP menjadi Komisaris Utama Pertamina. Bukan direktur utamanya. Bukan juga Dirut PLN atau yang lain.Kapan?

”Bisa besok atau lusa,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir Jumat lalu. ”Pertamina kan bukan perusahaan publik. Gampang,” katanya.

Apakah BTP akan mampu?

Saya bisa menjawab: mampu. Komut tidak seberat dirut. Pekerjaan komut adalah pengawas. Mengawasi direksi. Ia mengawasi. Bukan menjalankan.

Yang menjalankan perusahaan adalah direksi.

Menjadi dirut pun BTP mampu. Saya tidak pernah meragukan kemampuan BTP.

Toh, mampu dan Mampu itu tidak sama.

Mampu menarik benang dari tepung adalah mampu. Mampu menarik benang dari tepung tanpa membuat tepungnya terhambur adalah Mampu.

Saya sendiri belum termasuk Mampu. Pun mampu pun mungkin belum.

Sulit menilai kemampuan seorang komisaris.

Yang selalu dinilai mampu atau tidak biasanya adalah direksi.

Penilaian kepada komisaris biasanya terbatas pada bagaimana hubungannya dengan direksi. Harmonis atau tidak. Cekcok atau tidak.

Orang luar tidak akan tahu prestasi komisaris.

Yang tahu harmonis atau tidak hanya internal perusahaan sendiri.

Hanya kadang saja bocor sampai bawahan. Bisa juga bocor sampai anggota DPR.

Keluhan direksi atas komisaris biasanya soal sulitnya mendapat persetujuan.

Kadang memang harus sulit. Apalagi menyangkut program yang mengandung risiko perusahaan. Komisaris harus kritis.

Tapi sering juga karena komisarisnya tidak menguasai masalah. Yang seperti ini direksi akan sangat jengkel. Merasa sangat terhambat.

Ada juga komisaris yang tidak berani memberi persetujuan karena tidak bisa memahami program yang diusulkan direksi.

Pernah pula terjadi komisaris ”menggantung” keputusan. Tidak disetujui tapi juga tidak ditolak.

Harmonis adalah kata kuncinya. Komisaris dan direksi harus harmonis. Agar perusahaan cepat mengambil putusan. Ya atau tidak. Atau ditunda. Tapi ada keputusan.

Saya tidak tahu apakah hubungan komisaris dan direksi di Pertamina nanti bisa harmonis.

Kalau sumber ketidakharmonisan itu ada pada direksi mudah. Komisaris berhak memberhentikan direksi. Setidaknya memecat untuk sementara.

Tapi kalau sumbernya komisaris lebih sulit. Tidak ada wewenang direksi untuk memberhentikan komisaris. Direksi biasanya juga tidak berani melaporkan komisaris ke pemegang saham. Kalau tidak sangat keterlaluan.

Perusahaan bukan arena politik. Yang popularitas bisa dilewatkan pertengkaran. Di perusahaan tidak boleh tidak harmonis. (Dahlan Iskan)

Tulisan asli… Baca disini:

https://www.disway.id/r/746/komisaris-harmonis

Tags: Ahok komisaris pertaminaAhok terkiniBasuki Tjahaya PurnamaDahlan Iskan
37
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Tekan Beban Subsidi Energi, Hasani Bin Zuber Sosialisasikan Efisiensi Energi di Bangkalan

Tekan Beban Subsidi Energi, Hasani Bin Zuber Sosialisasikan Efisiensi Energi di Bangkalan

5 bulan yang lalu
23
Tanam Hexa Reef, PHE WMO Lestarikan Pesisir dan Dongkrak Pariwisata di Bangkalan

Tanam Hexa Reef, PHE WMO Lestarikan Pesisir dan Dongkrak Pariwisata di Bangkalan

5 bulan yang lalu
27
Belum Ada Kepastian Ganti Rugi Rumpon, Petronas Disorot Ketua Klebun Pantura

Belum Ada Kepastian Ganti Rugi Rumpon, Petronas Disorot Ketua Klebun Pantura

9 bulan yang lalu
133
Pemkab Bangkalan Alokasikan Rp135 Miliar untuk Tiga Program Prioritas Tahun 2025

Pemkab Bangkalan Alokasikan Rp135 Miliar untuk Tiga Program Prioritas Tahun 2025

10 bulan yang lalu
112
Warga Bangkalan Sulap Pembuangan Sampah Jadi Area Budidaya Cabai yang Produktif

Warga Bangkalan Sulap Pembuangan Sampah Jadi Area Budidaya Cabai yang Produktif

11 bulan yang lalu
65
Sapi Milik Warga Bangkalan Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban

Sapi Milik Warga Bangkalan Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban

11 bulan yang lalu
44
Berikutnya
Wacana Presiden Tiga Periode, Ini Pengusulnya

Wacana Presiden Tiga Periode, Ini Pengusulnya

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.