
Penenws.id, BANGKALAN – Kepala Sekolah SDN Sparah 2, Triharli Megowati curhat tentang toilet rusak. Katanya, guru dan siswa di sekolah itu harus numpang ke rumah warga untuk membuang hajat besar ataupun kecil.
“Kami sebenarnya sungkan sama warga, kalau numpang terus,” Kata dia, Jumat, 13 Januari 2022.
Sebenarnya toiletnya ada, tapi rusak. Kata Mega, sejak dia pertama kali mengajar di sana 10 tahun lalu, toilet itu sudah tak difungsikan.
Sebelum rusak dan tak ditempati sama sekali, toilet tak bisa difungsikan penuh karena tak dilengkapi septiteng.
“Awalnya kamar mandi itu ada, namum rusak bahkan toilet yang dibangun tidak ada sapitengnya,” tutur dia.
Kondisi toilet itu rupanya berbanding luruh dengan kondisi ruang kelas di sana yang juga tak layak ditempati.
“Waktu itu saya pernah ketiban plafon yang jatuh,” Curhat dia kepada Penanews.id.
Mega menceritakan, ruang kelas sekolah yang tanpa plafon ada dua kelas, sedangkan sisanya ada plafon namun ketika dilihat dari halaman atap sekolah itu sudah miring sehingga menjadi ke khawatiran guru disana takut ambruk ketika jam sekolah.
“Atapnya banyak dimakan rayap, sehingga ada satu kelas yang dikosongkan ” Papar dia.
Menanggapi hal itu Kabid Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Dewi Ega menyampaikan pembangunan fisik basik datanya harus melalui Dapodik.
“Target kami dalam waktu dekat ini mensingkronkan Dapodik terkait pembangunan fisik,” Jelas dia.
Ega menyampaikan banyak sekolah di Bangkalan pengimputannya tidak sesuai. Sehingga untuk mengajukan sekolah harus sesuai dengan apa yang ada di lapangan.
“Kalau di dapodik masih di laporkan baik baik saja, maka sampai kapanpun tidak akan mendapatkan bantuan, karena saat ini tidak ada proposal pengajuan,” pungkas dia.
SAE







