• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Jumat, 12 Juni 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Madura Bangkalan

Anak Kekurangan Gizi di Bangkalan Capai 2287 Orang, Kokop Terbanyak

  • Rabu, 12 Januari 2022 14:37
FacebookTwitterWhatsApp

Baca Juga:

Penurunan Stunting di Sumenep Tertinggi se Indonesia



Penanews.id, BANGKALAN – Jumlah anak yang mengalami stunting di Kabupaten Bangkalan masih tinggi. Hingga Desember 2021, jumlahnya di angka 2287 orang.

Stunting adalah kondisi kurang gizi kronis. Biasanya ditandai dengan pertumbuhan badan yang lambat atau tubuh pendek.

Meski terbilang tinggi, Kabid Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Aris Budiarto menyebut angka stunting di Bangkalan jauh menurun dibandung 2020.

“Kemarin mencapai 3170 lebih,” Jelas dia Selasa 11 Januari 2022.

Aris mengaku dengan adanya penurunan angka stanting itu dikarenakan Dinkes setempat bersinergi dengan Organisa Perangkat Daerah (OPD) yang lain, Seperti dinas KB, DPMD dan Dinas Sosial.

“Stanting tidak bisa diselesaikan dengan fasilitas kesehatan,” Jelas dia.

Aris memaparkan Tingkat Stunting tertinggi di Bangkalan merupakan berasal dari kecamatan kokop, karena disana mencapai 10 persen.

“Yang terendah di kecamatan kamal” papar dia.

Aris memaparkan penyebab adanya statning itu bukan dari kesehatan saja melainkan dari adanya Kawin muda dan hak asuh orang tua kepada anak kurang perhatin.

“Selain itu bisa dari perilaku masyarakatnya sendiri, seperti gizi buruk, pendek ” Papar nya

Untuk mengatasi Stunting Aris mengaku pemberian Tanbet Tanda Darak (TTD) bagi remaja sekolah putri, mencegah aleni pemberian ganda darah cacing, dan pendampingan ibu hamil.

“Kalau balita pemberian PMD,” Papar dia

Pihaknya berharap angka stanting di kabupaten Bangkalan semakin menurun dengan penimbangan yang akurasi pakai atobu metri.

“Alat itu pengukur tinggi badan, pemberian PMT Biskuit untuk Ibu Hamil dan balita yang kurus,” Pungkas dia

SAE

Tags: Angka stunting bangkalanData stunting sumenepGizi buruk BangkalanStunting di Madura
124
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

4 bulan yang lalu
17
Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

4 bulan yang lalu
87
DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

6 bulan yang lalu
25
Diresmikan Menteri Kebudayaan, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

Diresmikan Menteri Kebudayaan RI, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

6 bulan yang lalu
59
Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

6 bulan yang lalu
28
Tingkatkan Mutu Akademik, UTM Gelar Sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 39/2025

Tingkatkan Mutu Akademik, UTM Gelar Sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 39/2025

6 bulan yang lalu
30
Berikutnya
Kini, Sumenep-Banyuwangi Hanya 45 Menit

Kini, Sumenep-Banyuwangi Hanya 45 Menit

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.