
Penanews.id, MALAYSIA – Pada Jumat (20/8/2021), Raja Malaysia Sultan Abdullah resmi menunjuk Ismail Sabri dari Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) sebagai Perdana Menteri kesembilan Negeri Jiran.
Ismail Sabri menggantikan Muhyiddin Yassin yang mengundurkan diri pada Senin (16/8/2021).
Ismail Sabri Yaakob sebelumnya menjabat Wakil Perdana Menteri di masa pemerintahan Muhyiddin Yassin yang hanya bertahan 17 bulan.
Anwar Ibrahim Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang sempat masuk PM Malaysia, mengajak kelompok oposisi agar menerima keputusan Raja Malaysia itu.
Anwar mengatakan, oposisi telah mengakui bahwa keputusan tersebut sesuai dengan konstitusi serta sesuai konsep demokrasi parlementer dan monarki konstitusional di Malaysia.
“Bagi oposisi, inilah tantangan kita untuk bekerja lebih keras menghadapi pemilu ke-15 (GE15),” kata Anwar dikutip dari kompas.com, Sabtu (21/8/2021).
Dia juga mengajak semua pihak untuk berdoa dan berusaha agar pandemi Covid-19 dan perekonomian cepat dibenahi dan ditanggulangi demi kepentingan rakyat.
“Untuk semua pemimpin, anggota, dan pendukung, kami mendesak untuk menerima keputusan ini dengan tekad yang jelas guna bekerja lebih keras menghadapi GE15,” tutur Anwar.
“Sehingga, kami dapat memenangi kembali mandat rakyat yang kami terima dalam pemilihan terakhir,” imbuhnya.
EMbe







