
penanews.id, SAMPANG – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Banyuates Cabang Sampang Pusat Madiun menggelar tasyakuran dua hari setelah pelaksanaan pengesahan anggota baru.
Acara tersebut berlangsung di pusat latihan setempat, tepatnya di Lapangan KUD Desa Jatra Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, pada Senin malam (14/7/2025).
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain AKP Sunarno selaku Kapolsek Banyuates, Kapt. Cak Djoko selaku Danramil 0828/09 Banyuates, tokoh masyarakat setempat, serta wali siswa.
Ajaran PSHT: Terus Belajar dan Mengabdi
Arif Sujatmiko, Ketua Ranting PSHT Banyuates, menekankan dalam sambutannya bahwa sebagai warga baru, anggota tidak boleh lelah untuk terus belajar. Ia menyatakan bahwa pengesahan hanyalah awal bagi seorang warga untuk mempelajari ilmu Setia Hati (SH) lebih dalam.
“Setelah disahkan menjadi warga, kalian tidak boleh berhenti belajar. Justru, saat itulah kalian baru bisa membuka pintu untuk mempelajari ilmu SH lebih mendalam,” ujarnya.
Arif juga menambahkan bahwa setelah lulus, seorang warga harus mengabdi baik di internal organisasi maupun di tengah masyarakat. Menurutnya, hal itu merupakan bentuk nyata dalam mengimplementasikan ajaran PSHT.
“Setelah menjadi warga, ingatlah bahwa kalian harus mengabdi, baik di internal organisasi maupun di masyarakat. Itulah wujud nyata mempraktikkan ajaran PSHT, yaitu ‘Memayu Hayuning Bawana’ (memperindah keharmonisan dunia),” imbuhnya.
Arahan dari Aparat Keamanan
Sementara itu, AKP Sunarno turut memberikan arahan dalam acara tersebut. Kapolsek yang mengenakan balok tiga di pundaknya itu mengimbau agar para pesilat tidak melakukan aksi liar di muka umum.
Sunarno menyatakan bahwa pendekar yang baik harus mampu menjaga nama baik lingkungan, bukan merusaknya dengan kegiatan negatif seperti tawuran atau konvoi yang dapat mengganggu ketertiban umum.
“Sebagai aparat keamanan, saya mengimbau saudara-saudara sekalian untuk tidak melakukan hal-hal negatif seperti yang terjadi di luar daerah,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Kapt. Cak Djoko juga menyampaikan sambutan dengan menekankan pentingnya menjaga keamanan dan keharmonisan antarsesama pendekar. Sebab, menurutnya, jika ingin menyalurkan bakat bertarung, sudah ada wadah resmi untuk itu.
“Meskipun banyak perguruan lain, tetaplah menjaga keharmonisan sesama pendekar. Jika memiliki bakat, ikutilah pertandingan resmi. Bahkan, jika bisa mencapai tingkat nasional, itu bisa menjadi nilai tambah jika ingin mendaftar TNI atau Polri,” tuturnya.
YUNG







