
Sekda Bangkalan saat menemui massa aksi
Penanews.id, BANGKALAN- Aksi unjuk rasa kembali berlangsung di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Senin, 26 April 2021.
Kali ini massa aksi datang dari 4 desa, yaitu Perreng dan Kapor, Kecamatan Burneh, Dlambeh Dajah, Kecamatan Tanah Merah dan Patenteng, Kecamatan Modung.
Dalam unjuk rasa itu lagi- lagi pemicunya soal Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Mereka tidak puas atas tahapan pilkades yang telah dilakukan sejauh ini.
Ada tiga titik yang menjadi lokasi sentral ratusan massa aksi menyampaikan aspirasi. Yaitu kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Bangkalan.
Saat orasi di halaman Pemkab, massa aksi menuntut Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron bijaksana menyikapi mengambil keputusan terkait dinamika politik menjelang pemilihan kepala desa.
Orator aksi dalam kesempatan tersebut meminta Bupati Bangkalan agar mengeluarkan surat sakti, yaitu menunda pelaksanaan pilkades di 3 desa jika semua bakal calon tidak diikutkan. Hal itu agar tidak terjadi hal- hal yang tak diinginkan.
“Kami meminta surat sakti dari Bupati Bangkalan, sehingga pemilhan Pilkades di ditunda,” teriak korlap aksi, Da’in melalui pengeras suara.
“Pak bupati, harus kemana lagi kami mencari keadilan”, dan “Bupati harus nentral supaya Bangkalan bisa maju” ujar mereka dengan harapan Pilkades bisa ditunda.
Sementara terkait Pilkades Desa Dlambah Dajah, Massa aksi meminta agar surat keputusan bupati yang menyatakan menunda dicabut. Kemudian dilanjutkan kembali.
Setelah puas orasi di Pemda, massa aksi melanjutkan orasinya di Gedung DPRD Bangkalan. Dalam kesempatan itu mereka meminta DPRD suapaya menggunakan hak interpelesi dan membubarkan Tim Fasilitasi Pemilihan Kepala Desa (TFPKD).
“Kami meminta dibubarkan sebab didalamnya terdapat hal yang tidak netral dalam pemilihan kepala desa.” Pinta mereka.
Saat orasi di Pemda, Sekertaris Daerah (Sekda) menemui masa aksi. Ia menerima surat permohonan dari masa aksi.
“Nanti keinginan teman teman akan saya sampaikan kepada bapak Bupati, saat ini bapak masih ada acara,” ucapnya.
Saat di gedung DPRD, massa aksi meski hujan- hujanan hanya perwakilan yang diijinkan masuk. Meski demikian, mereka berjanji akan kembali lagi sampai tuntutannya dipenuhi.
Abdi.







