Penanews.id, BANGKALAN – Ancaman pembunuhan itu dialami Musawwir di sebuah mini market di Kecamatan Tanah Merah, ketika Anggota DPRD Bangkalan ini hendak mengambil uang di anjungan tunai mandiri.
Ketika melaporkan apa yang dialaminya ke Polres Bangkalan, barulah terungkap bahwa si pengancam adalah Kepala Desa Tanah Merah Laok yang kembali mencalonkan diri di Pilkades serentak 2021.
Intimidasi yang dialami politikus PKS itu diduga karena masalah Pilkades. Sambil menarik kerah baju Musawwir, si kades memintanya tidak cawe-cawe masalah Pilkades di Tanah Merah Laok. Bila tidak, Musawwir akan dibunuh setelah Pilkades selesai.
“Setelah dia mengancam, saya bilang, kalau mau membunuh saya mengapa masih menunggu setelah pilkades, mengapa tidak dilakukan sekarang juga,” kata Musawwir dikutip dari Sindonews.com.
Mendengar jawaban itu, si kades semakin berang. Dia lantas keluar menuju mobil mengambil senjata tajam, namun kemudian diurungkan. Yang datang kemudian adalah dua anak buah kades dan salah satunya lantas memukul Musawwir.
“Inilah yang membuat saya melapor ke polisi,” ungkap dia.
EMBE








