
ilustrasi lensa.news
penanews.id, JAKARTA– Presiden Joko Widodo memecat seorang pejabat tinggi PT Pertamina. Kabar pemecatan ini tersiar pertama kali dari mulut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kemarin, Selasa (9/3).
Luhut sampai-sampai menyebut pertamina ngawur, karena ada salah satu direksi yang masih mengimpor pipa. Padahal, produk itu dapat diproduksi di dalam negeri.
Informasi nanggung dari Luhut di akun youtube BPPT itu kemudian membuat publik menerka-nerka siapakah gerangan yang dipecat Jokowi.
Situs Katadata.co.id, lewat seorang sumbernya, menyebut pejabat tinggi yang kena pecat itu adalah Direktur Utama Pertamina Kilang Internasional Ignatius Tallulembang.
Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama enggan mengonfirmasi nama tersebut. “Bisa tanya ke beliau (Luhut),” kata pria yang akrab disapa Ahok itu.
Sedangkan Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relations Pertamina Agus Suprijanto pun tak mau menanggapi kabar tersebut. Pesan singkat dan telpon yang Katadata.co.id kirimkan tak mendapat respon.
Ignatius Tallulembang telah lebih 20 tahun berkarier di Pertamina. Pada 2018, ia menjabat Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia. Tugas utamanya adalah melaksanakan proyek pembangunan lima kilang Pertamina yang masuk dalam proyek strategis nasional atau PSN.
Jabatannya sebelum itu adalah Vice President Refining Project Pertamina dan Komisaris PT Pertamina Lubricants. Melansir dari situs Pertamina Lubricants, ia lahir di Rantepao, Sulawesi Selatan, pada 21 Maret 1963 dan memiliki gelar sarjana strata satu Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada.
EMBE







