
penanews.id, BANGKALAN– Fenomena kemunculan gerombolan ikan paus pilot di Pesisir pantai Kendungdung, Kecamatan Modung, Bangkalan, mulai dikaitkan sebagai tanda akan muncul bencana alam.
Tapi, Analisa awal penyebab terdamparnya 49 ekor ikan paus itu, oleh Tim Fakultas Kedokteran Hewan Unair tak menyebutnya sebagai pertanda akan datangnya sebuah bencana.
Secara ilmiah, Tim kedokteran hewan Unair dan Petugas BPSPL menduga awalnya satu ekor paus yang tersesat ke Pesisir karena terbawa gelombang.
Kemudian karena ikan paus adalah hewan yang hidup berkelompok, paus yang terdampar itu memancarkan sonar (gelombang elektromagnetik) sehingga ketika ada salah satu dari kelompoknya tertinggal maka kelompok tersebut akan mencari pancaran sonar tersebut hingga 40 hari.
Sehingga jika terdampar satu dimungkinkan kelompok lainnya akan mendatangi, dan kemudian satu kelompok tersebut terjebak di pesisir karena air surut. EMBE







