
Penanews.id, BANGKALAN – Namanya Haji Rosi, usianya 49 tahun, kelahiran Bilaporah 1974. Di usia yang matang ini, ia mencoba peruntungan menjadi kandidat calon kepala desa di tanah kelahirannya Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Bangkalan.
Pada acara pengundian nomor urut yang berlangsung Senin malam, 27 Maret 2023, dia mendapatkan nomor urut 1. Sementara lawannya Yunus, dari keluarga Incumbent, mendapat nomor urut 2.
“Semoga ini isyarat yang baik, dua kali ambil nomor, selalu dapat nomor 1,” kata Haji Rosi, Alumnus Pondok Pesantren Nurul Cholil Demangan.
Didampingi sejumlah tim suksesnya, H. Rosi mengatakan niat utamanya maju dalam pemilihan kepala desa Bilaporah semata ingin mewakafkan diri untuk jadi pelayan masyarakat.
Maka, dia pun merancang berbagai program yang akan dikerjakan bila nantinya dipilih masyarakat. Program utamanya adalah Bilaporah Sehat. Akronim dari Sejahtera, Efektif, Harmonis, Adil dan Transparan.
Jargon ini berfokus pada dua hal pokok yaitu perbaikan infrastruktur desa dan peningkatan layanan masyarakat. Misalnya, Haji Rosi menarget dalam Dua sampai tiga tahun pertamanya, bila terpilih, semua jalan beraspal tanpa lubang. Dia yakin akses jalan yang baik sendirinya akan meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Untuk merealisasikan program bilaporah Sehat, tidak hanya mengandalkan dana desa. Saya ingin memperbanyak kolaborasi, agar program dari daerah dan provinsi bisa masuk untuk membangun desa,” tutur dia.
Peningkatan Sumber daya Manusia juga menjadi perhatian khusus Haji Rosi. Dia akan memberikan beasiswa kepada siswa-siswi madrasah di Bilaporah yang berprestasi. Beasiswa juga akan diberikan kepada siswa dari keluarga tidak mampu.
“Anak-anak di Bilaporah harus bersekolah yang tinggi, kita akan siapkan beasiswa, jangan sampai ada yang putus sekolah karena tak punya biaya. Saya akan Carikan biayanya, yang penting teruslah bersekolah,” kata dia.
Untuk bidang pelayanan, Haji Rosi ingin balai desa aktif. Dia dan perangkat akan berkantor setiap hari untuk memudahkan pelayanan pada masyarakat. Dia juga memastikan pelayanan di balai desa bebas biaya.
“Saya juga ingin Bilaporah punya ambulance gratis. Ketika ada masyarakat yang butuh berobat, tak perlu lagi risau soal transportasi,” kata dia.
Sementara untuk bantuan-bantuan dari pemerintah pusat, Haji Rosi ingin mengedepankan transparansi. Bantuan apa saja dan untuk siapa saja. Dia ingin bantuan tersebut tepat sasaran.
Bahkan, kata dia, jumlah dana desa juga akan dibuka dan bebas diakses masyarakat. Dengan begitu masyarakat jadi tahu jumlah dana desa dan untuk apa saja.
“Saya sengaja memuat janji politik ini di media, agar kalau nanti saya terpilih, masyarakat mudah menagih janji-janji saya bila belum terealisasi,” katanya.
EMbe







