
Penanews.id, BANGKALAN – Jalan rusak di RE Martadinata. Kerusakan yang tak hanya parah tapi juga panjang. Ada 1 kilometer jauhnya. Sejak depan Rumah Sakit Anna Medica hingga Bundaran Martajesah.
Lapisan aspal mengelupas. Memang tak dalam, tapi rata menghiasai sekujur badan jalan. Sampai-sampai tak bisa langi menghindar. Ke kanan kena lubang, ambil kiri pun kena lubang.
Suara Brak!!!, yang muncul ketika roda dua menghantam lubang, jadi terdengar biasa di telinga. Bila hujan, lengkaplah penderitaan. Lubang-lubang itu tergenang air.
Jalan ini, RE Martadinata adalah citra Bangkalan. Tiap hari, ratusan bis yang mengangkut ribuan peziarah ke Makbaroh Syaikhona Kholil, melewati jalan yang rusak ini, pulang dan pergi.

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif, saat silaturrahmi dengan komunitas jurnalis saat Ramadhan lalu, memang pernah menyampaikan permohonan maaf dan mengakui banyak jalan rusak yang belum bisa diperbaiki.
Semua itu, katanya, karena covid-19, yang membuat banyak anggaran harus dialihkan untuk menangani wabah itu.
Tapi tetap saja, RE Martadinata adalah citra Bangkalan karena dilewati ribuan peziarah saban hari. Ia butuh prioritas untuk diperbaiki walau sekedar tambal dan sulam.
EMbe







