• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Senin, 20 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Ekonomi

Agar Pemerintah Tak Kewalahan Kendalikan Wabah PMK, GP Ansor Banyuates Usul Bentuk Relawan di Kecamatan

  • Selasa, 21 Juni 2022 15:03
FacebookTwitterWhatsApp



penanews.id, SAMPANG – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor kecamatan Banyuates berkunjung ke kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) setempat.

Kunjungan ini guna memberikan dukungan pada para penyuluh agar tetap bekerja penuh semangat dalam menanggulangi wabah penyakit mulut dan kuku dan tidak terpengaruh dengan isu-isu miring yang berkembang.

Dalam silaturahim itu, ketua PAC Banyuates, Gus Muktamar Suhri menyampaikan bahwa tujuannya datang ke kantor BPP merupakan bagian dari bentuk khidmat sebagai kader Ansor. Dimana seorang kader harus mampu memberikan manfaat terhadap umat.

“Kami datang kesini (BPP.red) merupakan bagian bentuk pengabdian atau khidmat seorang kader, mencoba memberikan manfaat bagi umat yang sedang membutuhkan pertolongan. Bahwa banyak masyarakat yang tengah kebingungan menghadapi persoalan wabah PMK ini,” Katanya, Senin (20/06/2022).

Pria yang akrab disapa lora Muktamar itu juga menyinggung soal minimnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah.

Baca Juga:

Waduh, Vaksinasi 276 Ribu Ekor Sapi di Bangkalan Butuh Tiga Tahun

Wabah PMK Belum Reda, Bangkalan Kekurangan Dokter Hewan

Namun, pihaknya paham bahwa hal itu disebabkan kurangnya tenaga atau tim teknis yang ada di kecamatan, sehingga berdampak kepada masyarakat yang sedang butuh informasi terkait penanganan wabah PMK tersebut.

“Kita tahu, bahwa minimnya tenaga paramedis hewan ini merupakan sesuatu yang sangat prinsip. Dimana saat masyarakat butuh pertolongan, mereka tidak bisa memenuhi panggilan tersebut karena masih berada di lokasi yang lain dengan kondisi yang sama,” Imbuhnya.

Pihaknya kemudian menawarkan solusi kepada BPP untuk segera melakukan koordinasi dengan forum komunikasi kecamatan (Forkopimka) agar membentuk relawan di tingkat kecamatan.

Menurutnya, setelah hal itu terwujud, maka para relawan tersebut dibekali dengan pengetahuan tentang bagaimana caranya menanggulangi PMK, baru kemudian diberikan tugas untuk melakukan edukasi terhadap masyarakat.

“Oleh sebab itulah, kami hadir kesini untuk memberikan bantuan dan rekomendasi agar BPP segera melakukan koordinasi dengan forkopimka supaya membentuk tim relawan tingkat kecamatan. Setelah itu nanti berikan tim relawan ini pengetahuan yang cuku agar dijadikan bekal untuk mengedukasi masyarakat yang sedang kebingungan ini,” Tuturnya.

Sementara itu, koordinator BPP kecamatan Banyuates Agus Triyono menanggapi gagasan yang disampaikan oleh PAC GP. Ansor Banyuates. Menurutnya, jika dianggap terlambat dalam melayani aduan masyarakat, hal itu merupakan suatu keterbatasan. Sebab, kata dia, di BPP Banyuates hanya ada 3 paramedik.

“Kalau kita dianggap terlambat, mungkin iya. Tapi sekali lagi, kami hanya 1 dokter hewan dan 2 paramedik. Dan itu harus melayani 20 desa sekecamatan Banyuates dengan medan yang cukup dibilang terjal,” Ucapnya.

Agus menyatakan bahwa langkah yang telah ditempuh oleh PAC Ansor Banyuates sangatlah tepat. Oleh karenanya, pihaknya menyambut dengan gembira dan siap berkolaborasi dengan baik didalam penanganan PMK tersebut.

“Saya ucapkan banyak terimakasih atas langkah yang telah ditempuh oleh teman-teman Ansor. Ini akan menjadi pelecut semangat bagi kami, dan mari kita berkolaborasi untuk mengatasi persoalan ini,” Ujarnya.

Masih di tempat yang sama, kepala pusat kesehatan hewan (Kapuskeswan) Ketapang Fendi juga menyampaikan bahwa, pihaknya bersama jajarannya sudah berupaya melayani masyarakat dengan maksimal.

Selain itu, Fendi juga menanggapi pernyataan tentang lambatnya penanganan oleh pemerintah. Menurut Fendi, bahwa pemerintah sudah berupaya secepat mungkin untuk hadir ditengah masyarakat.

Tetapi menurutnya, regulasi birokrasi juga tidak dapat dipisahkan dari pola kerja yang diterapkan. Sebab, jika menyangkut uang negara maka ada kewajiban untuk mempertanggungjawabkan.

Tags: PAC GP Ansor BanyuatesRelawan PMK banyuatesWabah PMK jatimWabah PMK Sampang
25
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Tekan Beban Subsidi Energi, Hasani Bin Zuber Sosialisasikan Efisiensi Energi di Bangkalan

Tekan Beban Subsidi Energi, Hasani Bin Zuber Sosialisasikan Efisiensi Energi di Bangkalan

4 bulan yang lalu
23
Tanam Hexa Reef, PHE WMO Lestarikan Pesisir dan Dongkrak Pariwisata di Bangkalan

Tanam Hexa Reef, PHE WMO Lestarikan Pesisir dan Dongkrak Pariwisata di Bangkalan

5 bulan yang lalu
25
Belum Ada Kepastian Ganti Rugi Rumpon, Petronas Disorot Ketua Klebun Pantura

Belum Ada Kepastian Ganti Rugi Rumpon, Petronas Disorot Ketua Klebun Pantura

9 bulan yang lalu
133
Pemkab Bangkalan Alokasikan Rp135 Miliar untuk Tiga Program Prioritas Tahun 2025

Pemkab Bangkalan Alokasikan Rp135 Miliar untuk Tiga Program Prioritas Tahun 2025

10 bulan yang lalu
111
Warga Bangkalan Sulap Pembuangan Sampah Jadi Area Budidaya Cabai yang Produktif

Warga Bangkalan Sulap Pembuangan Sampah Jadi Area Budidaya Cabai yang Produktif

10 bulan yang lalu
64
Sapi Milik Warga Bangkalan Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban

Sapi Milik Warga Bangkalan Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban

11 bulan yang lalu
42
Berikutnya
Harga Sembako di Bangkalan Masih Stabil Mendekati Idul Adha

Harga Sembako di Bangkalan Masih Stabil Mendekati Idul Adha

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.