
Penanews.id,BANGKALAN- Jualan rujak menjadi rutinitas wajib bagi Hamimah (45). Dibawah gubuk bambu, beratap asbes, Ia tekuni pekerjaaannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Suatu hari Hamimah sedang duduk sambil menunggu pembeli. Tiba- tiba datang rombongan berpakaian rapi, mengenakan sepatu, langsung memesan rujak 15 porsi padanya.
Mendapat pesanan yang begitu banyak, Hamimah langsung mempersilahkan rombongan itu duduk tanpa memperhatikan siapa mereka. Ia pun langsung fokus menyiapkan rujak pesanan rombongan itu.
“Saya tidak memperhatikan satu persatu. Kebetulan waktu itu ada pak klebun (kepala desa red), saya fikir paling itu temannya pak kades atau tamu beliau,” kata dia kepada Penanews.id seraya memulai ceritanya.
Warung Hamimah terletak di tepi jalan kabupaten penghubung Desa Daleman- Tellok, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan. Pukul 06.30- 16.00, waktu dia jualan rujak.
Menurut Hamimah, salah satu pembeli menanyakan berapa harga rujak setiap porsinya. Ia pun duduk, sementara yng lain berdiri, juga ada yang memotretnya pria yang bertanya itu dari berbagai sudut.
“Saya herannya kok terus ada yang foto dia. Pak kades juga mendampinginya,” ujar perempuan berkepala lima itu.
Setelah rujak itu telah siap, Hamimah langsung menghidangkan. Pria yang bertanya tadi, lanjut dia, terlihat langsung makan, termasuk orang- orang yang dibelakangnya.
“Pas waktu makan itu saya memperhatikan. Saya melihat (rompi) bajunya ada tulisan Bupati. Tapi saya malu yang mau bertanya,” kata dia.
Selesai makan dan membayar rujak pesanan mereka, rombongan itu kata Hamimah berjalan kaki menuju arah utara sambil melihat pelengsengan dipinggir jalan.
“Jalan kaki semua, didampingi pak pades. Saya hanya berdiri dari warung memperhatikan,” ucap dia.
Pasca itu, Hamimah mengaku ingin tahu siapa mereka. Ia pun tak segan bertanya kepada para tetangga sekitar warung. Tak disangka, jawaban orang sekitar bahwa yang membeli rujaknya tadi adalah Bupati Bangkalan.
“Saya kaget, malu, ternyata pak bupati Bangkalan, Ra Latif. Saya tahunya beliau hanya fotonya. Baru kali ini bisa melihat langsung,” ungkap dia sambil tertawa lepas.
Hamimah mengaku tak menyangka rujaknya diminati orang nomor satu di kabupaten ujung barat pulau madura. Selama ini, ujar dia, pembelinya pasti orang-orang yang Ia kenal.
“Baru kali ini sejak puluhan tahun jual rujak, pembelinya pejabat, apalagi ini pak bupati langsung,” tutup dia.
Diketahui, Kedatangan Bupati yang akrab disapa Ra Latif itu ke Desa Daleman, tepatnya Dusun Nung Malaka, untuk melihat langsung tebing jalan poros kabupaten yang ambles.
Amblesnya tebing akses jalan poros kabupaten penghubung utama Desa Dalaeman-Paterongan, dan Desa Daleman- Tellok itu ambles pada Rabu, 2 Februari 2022 pagi.
Kemudian siang harinya, Ra Latif didampingi Kepala Dinas PUPR, KepalA BPBD, langsung meninjau lokasi bencana longsor. Dalam kesempatan itu, Bupati memerintahkan agar tebing itu segera diperbaiki.
“Tebing longsor ini harus segera diperbaiki, karena kalau tidak segera ditangani khawatir tambah parah,” pinta dia. Rabu, 2 Januari 2022.
Abdi







