
Penanews.id, Bangkalan – Di sela menghadiri harlah NU ke 96 yang dihelat di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyanyikan lagu Ya Lal Wathon di waktu senggang.
Video AHY menyanyikan Mars NU karya salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Wahab Chasbullah, bersama Sekjen Demokrat Teuku Riefki Harsya dan
Wasekjend Irwan Fecho itu mendapat reaksi kagum dari warga NU, meski ada pula yang mengaitkannya secara politis.
Mereka yang kagum umumnya menilai putra presiden RI ke VI itu tak hanya hafal namun juga fasih dalam pelafalan.
“Nggak nyangka dia hafal mars ini, fasih lagi, saya aja lupa-lupa ingat, ” Kata Habiburokhman, warga NU dalam status facebooknya mengomentari video AHY tersebut, Senin, 31 Januari 2022.
Dalam keterangan tertulis, Demokrat sendiri menegaskan kehadiran AHY dalam Harlah sekaligus pelantikan pengurus PBNU dibawah kepemimpinan KH Yahya Staquf, adalah bentuk komitmen menjaga demokrasi dan kebhinekaan. Serta menjaga komitmen Partai Demokrat dengan NU.
“Ketum hadir di pengukuhan bukan sekedar gimik seremonial politik. Lebih dari itu adalah bentuk komitmen demokrat bersama NU guna terus merawat kebhinekaan NKRI,” kata Sekretaris Departemen Agama DPP Partai Demokrat, Gus Hasani Bin Zuber, Senin, 31 Januari 2022.
“Komitmen bersama NU untuk merawat jalan tengah, toleransi, keberagaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana nilai-nilai yang dijalankan oleh NU selama ini,” sambung Anggota Komisi VIII DPR itu.

Bagi Partai Demokrat, kata Hasani, NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia adalah aset bangsa yang harus dijaga eksistensinya demi menjaga kerukunan antar umat beragama dan keutuhan negara.
“NU adalah aset besar bangsa. Bahkan fondasi penting kemerdekaan Indonesia,” terangnya.
Berkat perjuangan para santri dan kiai, lanjutnya, Indonesia bisa merdeka dan keutuhan pancasila bisa dijaga.
“Pancasila tidak akan begitu saja diterima sebagai ideologi dan dasar negara tanpa kebijaksanaan Kyai Hasyim Asy’aari,” kata Hasani yang juga cicit Ulama Syaikhona Kholil Bangkalan ini.
EMbe







