
Penanews.id, BANGKALAN – Para penggemar ‘burung sultan’ di Kabupaten Bangkalan berkumpul di Perumahan Kayangan Residen, Ahad pagi.
Mereka bernaung dalam sebuah paguyuban bernama “free fly’. Paguyuban ini baru terbentuk setahun lalu.
Dalam kopdar ini, semua anggota membawa burung-burungnya yang umumnya masuk dalam kelompok buruh parung bengkok.
Baca Juga:
Mulai dari Lover birds, Parkit, Kakak Tua hingga Maccau. Dua nama terakhir termasuk burung Sultan dan dilindungi.
Dalam situs jual beli online, seekor burung Maccau, harganya mencapai Rp 40 hingga 80 juta perekor.

Kopdar ini seru sekali. Sesuai namanya paguyubannya Freefly, burung-burung itu dilepas ke alam bebas. Setelah burung terbang agak jauh, pemiliknya akan memanggil burungnya agar kembali lagi.
Ada yang memanggil dengan nama, namun umumnya dipanggil lewat tiupan pluit. Kebanyakan burung berhasil kembali ke pemiliknya, namun beberapa tersasar lebih jauh.
EMbe







