penanews.id, SAMPANG – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Pengurus Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mengadakan acara lomba tartil Qur’an yang digelar di Balai Desa Nepa kecamatan Banyuates, kabupaten Sampang.
Muhammad Fauzan, selaku ketua PAC IPNU Banyuates menyatakan bahwa, pekan santri itu digelar semata-mata untuk turut memeriahkan resolusi jihad pada HSN yang ditetapkan pada tanggal 22 Oktober. Namu, karena berbagai hal, sehingga acara tersebut baru bisa dilaksanakan pada hari ini.
“Acara ini digelar dalam rangka memeriahkan resolusi jihad pada HSN 22 Oktober, tapi sempat tertunda dan baru bisa digelar pada 7 November.” Ucapnya, Minggu (7/11/2021).
Fauzan juga menuturkan, bawa pekan santri itu bertujuan untuk mewadahi para santri didalam keterpelajaran dan kesantrian, serta menanamkan rasa percaya diri pada santri lebih-lebih bagi santri yang memiliki potensi agar terus mengembangkan kemampuannya sehingga bisa selangkah lebih maju daripada yang lain.
“Tujuan acara ini adalah untuk mewadahi para santri didalam keterpelajaran dan kesantrian serta menanamkan rasa percaya diri agar bisa selangkah lebih maju di dunia prestasi.” Tuturnya.
Ditempat yang sama, hadir dan memberikan sambutan, ketua Tanfidziah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU kecamatan Banyuates KH. Muhlisul Amal. Dalam sambutannya, kyai Muhlis menyampaikan apresiasi terhadap panitia pelaksana atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Saya atas nama MWC menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap panitia atas terlaksananya kegiatan ini.” Ujarnya.
Kyai Muhlis juga menceritakan bagaimana asal muasal adanya hari santri nasional di Indonesia. Hal itu tidak lepas dari dikeluarkannya surat keputusan presiden republik Indonesia nomor 22 tahun 2015.
Dimana hal itu merupakan sebuah pengakuan dan penghargaan dari negara terhadap peran para ulama dan santri yang turut mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia yang saat itu berjuang menghadapi tentara sekutu.
“Perlu diketahui bahwa ada HSN ini tak lepas dari dikeluarkannya kepres nomor 22/2015 dan merupakan pengakuan negara terhadap peran para ulama dan santri atas upaya mempertahankan kemerdekaan RI dari gencatan senjata oleh tentara sekutu di Surabaya waktu itu.” Paparnya.
Sekedar diketahui, bahwa dalam acara tersebut panitia membuka 2 cabang kategori, yakni tingkat anak-anak (Usia 11-14 tahun) dan tingkat remaja (Usia 15-20 tahun). Dan masing-masing tingkatan dibuka kategori putra dan putri.
Menurut informasi yang dihimpun, lomba Tartil Al Qur’an itu diikuti sebanyak 72 peserta dari berbagai lembaga yang ada di kecamatan Banyuates. Panitia juga menargetkan acara tersebut bisa selesai dalam satu hari.
YON








