
Penanews.id, BANGKALAN – Pengembangan perpustakaan di SMKN 1 Labang, yang di adakan oleh MILLENIAL SINTESA dan juga Gerakan Mahasiswa Labang (GEMALA), kegiatan tersebut juga di isi dengan seminar yang berupa tentang edukasi pendidikan dan juga minat baca terhadap siswa-siswi kegiatan tersebut untuk memotivasi para siswa agar lebih giat lagi dalam belajarnya, Kamis,(14/10/2021).
Di era Distrupsi ini banyak yang menggunakan teknologi namun minat baca semakin berkurang,dengan kolaborasinya dua organisasi ini dapat memberikan dampak positif bagi siswa dan juga sekolah.
Kegiatan tersebut sangat mengidukatif terhadap siswa, tidak hanya itu saja kedua organisasi yang bekerjasama dalam kegiatan tersebut juga menyumbangkan buku-buku terhadap perpustakaan SMKN 1 Labang, siswa terlihat antusias dan senang mengikuti acara tersebut.
Membaca dan menulis adalah dua kegiatan yang saling berkaitan antarsatu sama lain. Bahkan dengan tegas di katakan, “Kedua kegiatan itu tidak dapat diceraiberaikan!” Kegiatan membaca adalah kegiatan menghimpun ilmu di dalam kepala. Dan, ketika ilmu sudah terhimpun,si pembaca akan memiliki kemampuan memunculkan ide. Nah, ide inilah yang kemudian diekspresikan dalam bentuk tulisan. Sedangkan tulisan dapat muncul, tentu saja, karena adanya kegiatan menulis.
Menulis adalah kegiatan mempraktikan cinta. Hakikat cinta, dari sudut pandang Marxian, adalah kegiatan mencurahkan apa yang kita miliki kepada sesuatu atau orang yang kita cintai, sehingga dengan pemberian itu sesuatu atau orang itu memiliki nilai produktif, sama seperti buruh yang mencurahkan kemampuan kerjanya dalam menciptakan komoditas, dan komoditas itu memiliki kegunaan bagi kehidupan manusia. Hanya bedanya, apabila pemberian cinta diorientasikan pada penciptaan keproduktifan hidup, sedangkan komoditas diorientasikan pada penciptaan kegunaan bagi kelangsungan hidup manusia.
Begitu pula dengan kegiatan menulis, kegiatan ini tidak hanya merupakan kanalisasi bagi pengekspresian ide, tetapi juga, seharusnya, diorientasikan untuk mendorong munculnya keproduktifan bagi setiap orang, terutama bagi orang yang membaca tulisan itu.
Ilustrasi sederhana untuk menggambarkan hubungan antara menulis dan membaca adalah ‘menerima’ dan ‘memberi’. Membaca adalah kegiatan menerima, sedangkan menulis adalah kegiatan memberi.
Orang yang sedang membaca adalah orang yang sedang menerima pasokan informasi, dan pasokan itu akan membentuk ilmu pengetahuan di dalam kepalanya. Sedangkan, orang yang menulis adalah orang yang sedang memberikan ilmu pengetahuan yang telah dimilikinya dalam bentuk tertulis kepada orang lain.
Kaudapat memberikan uang kepada orang lain kalau kaupunya uang, kaudapat memberikan keuntungan kepada boss kapitalismu kalau kaumemiliki kemampuan memproduksi nilai lebih (surplus value), dan kau dapat menulis kalau kau memiliki pengetahuan untuk ditulis.
Kholilurrahman, ketua sintesa millenial mengatakan acara tersebut akan di tindaklanjuti agar siswa benar-benar mengembangkan pola belajarnya untuk lebih giat lagi membaca.
“Acara ini tidak selesai disini saja melainkan akan berkelanjutan berupa pengawalan kepada siswa SMKN 1 Labang untuk bisa meningkatkan bacaannya dan softskill”
Harapan besar acara pengembangan perpustakaan terus berkelanjutan di jenjang sekolah lain yang berada di lingkup kecamatan Labang.
Lilur







