
penanews.id, BANGKALAN – Selain uang, Sulihan membuktikan bahwa fokus juga modal penting dalam memulai sebuah usaha.
Bersama istrinya Ika Nurjanah, Pemuda 34 tahun ini sukses merintis usaha di bidang pertanian modern Urban Farming di Dusun Pancor, Desa Dupok, Kecamatan Kokop kabupaten Bangkalan.
Sulihan dan Ika adalah pasangan sesama sarjana pendidikan. Maka, ketika memulai usaha pada 2016, mereka ‘bondo nekat’ dengan lahan hanya 0,5 x 3 meter.
Sambil belajar otodidak dengan modal terbatas, sepasang suami istri ini tertatih tatih dalam membangun usahanya. Datang ke pelatihan, belajar kerumah orang yang lebih dulu berhidroponik dan melalukan ujicoba menanam dengan menggunakan media tanam seadanya.
”Saya benar-benar memulai dari Nol mas, lahan hanya 0,5 x 3 meter. Kemudian sambil belajar otodidak hingga datang ke berbagai seminar atau pelatihan tentang hidroponik. Bahkan saya mendatangi rumah orang yang sudah lebih dulu berhidroponik untuk sekedar belajar ilmunya”. Kata dia, saat di wawancarai oleh penanews.id, Selasa.(12/10/2021).
Dari hasil produksinya, ia kemudian menjual ke Pasar Dupok dan ada juga yang dijual ke Surabaya. Sampai akhirnya keduanya memilik pelanggan tetap disana.
Melilhat peluang usaha Hidroponik yang semakin prospek, kemudian pada tahun 2017 keduanya mencoba menyewa lahan kosong seluas 100 meter persegi dengan modal pinjaman unut mewujudkan impiannya.
Tak cukup disitu, pada Oktober 2018 sepasang sarjana pendidikan ini menambah lagi lahan produksi dikampung halamannya yakni Dusun Pancor Desa Dupok kecamatan Kokop, kabupaten Bangkalan. Hingga kini ada 2.5000 titik tanam lebih yang mereka produksi dan sudah dibranding dengan Kebun Hidroponik Madura “Jawara Farm”.
Dirinya berharap bahwa anak muda tidak malu menjadi petani. Demikian pula orang tua, harus berbangga diri dan jangan takut anaknya jadi petani.
“Pesan bagi para Muda Jangan takut atau malu jadi petani. Dan buat petani, kita harus berbangga diri dan jangan takut anaknya jadi petani,” Terangnya.
Menurutnya, petani harus mampu meng-upgrade pengetahuan tentang pertanian. Karena hal itu dapat menemukan ide kreatif dan cara yang efektif seputar dunia pertanian.
“Harapan bagi Para Petani sempatkan upgrade ilmu (tambah informasi), cari ide dan temukan cara yg lebih efektif dan efisien dalam pekerjaan yg harus diselesaikan.”Jelasnya.
Ketika disinggung soal modal, pria yang akrab disapa mas Lehan ini menuturkan bahwa kebutuhan biaya untuk memulai wirausaha hidroponik ini realatif, tergantung darimana mau dimulai.
“Modal itu tergantung darimana kita mau memulai bisnis kita. Kalau hanya belajar paling cuma butuh pulahan ribu atau ratusan ribu.”Jelasnya.
Masih kata Lehan, memulai usaha hidroponik itu bisa dengan bertahap. Bahkan, dulu dirinya hanya memulai dengan modal 5 ribu rupiah saja.
“Yg berbeda di hidroponik menurut saya, bisa dimulai bertahap, bahkan saya mulai waktu itu hanya punya uang 15.000, dan saya tau kalau saya kalah di modal, sehingga saya harus cari cara, terus bertahan dan selalu ingin berkembang,” Terangnya.
Dengan kesuksesan itu, kini ia diundang banyak orang untuk menjadi pemateri, adapula yang ingin menikmati jasanya dalam pembuatan Hidroponik.
YON







