
Penanews.id, BANGKALAN- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur terus melakukan droping air besih terhadap sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.
Kepala BPBD Kabupaten Bangkalan Rizal Morris mengatakan, sejak 26 Juli – 22 Agustus 2021, yang melaporkan terdampak kekeringan sebanyak 50 desa tersebar di 7 kecamatan.
“Sampai saat ini jumlah desa terdampak sejumlah 50 desa tersebar di 7 Kecamatan,” tutur dia kepada Penanews.id saat dihubungi melalui saluran Whatsaap (WA). Minggu, 22 Agustus 2021.
Rizal mengatakan BPBD menyiapkan anggaran Rp 150 juta untuk kegitan droping air bersih selama musim kemarau ini. Soal berapa anggaran yang telah terserap, Ia mengaku belum mengetahu secara pasti.
“Realisasi masih belum bisa diketahui sekarang, karena penyerapan nanti kumulatif total setelah musim kemarau berakhir,” kata dia.
Pihaknya kata Rizal, setiap hari rutin memberangkatkan 4 armada tangki dengan kapasitas isi 5000 liter dan 6000 liter menyuplay air bersih terhadap desa yang mengalami kekeringan.
“Sampai saat ini armada kita (4 tangki, 2 isi 5000 liter, 2 isi 6000 liter) terus mengirim bantuan air bersih itu,” tutupnya.
Sekedar dketahui, hasil pemetaan BPBD Kabupaten Bangkalan terdapat 85 desa tersebar di 13 kecamatan diprediksi mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun 2021 ini.
Pemetaan BPBD ini terhadap daerah rawan kekeringan mengacu terhadap hasil kegiatan droping air bersih yang dilakukan pada musim kemarau tahun 2020.
Abdi







