
Penanews.id, BANGKALAN – Ratusan orang mengikuti Burdah Keliling, Sabtu malam, 16 Juli 2021. Mereka: Pria dan wanita, orang dewasa hingga balita, berkeliling desa Karanggan Barat, Tanah Merah, Bangkalan.
Tangan kanan sebagian mereka memegang obor. Sebagian yang lain memegang dan melantunkan bersama syair dalam kitab Burdah yang dikarang Imam Abu Siri itu dengan panduan pengeras suara.
Junaidi, kader GP Ansor di Kranggan Barat, bilang ritual Burdah Keliling adalah tradisi mengetuk pintu langit meminta pertolongan yang maha kuasa dalam menghadapi wabah penyakit termasuk wabah virus Corona yang telah menjadi pandemi global.
“Burdah Keliling ini menyempurnakan ikhtiar menghadapi wabah penyakit. Kita sudah prokes, susah vaksin, yang terakhir memohon pertolongan yang maha kuasa lewat barokah pembacaan Burdah,” katanya.
Di Madura tradisi ini dilaksanakan berbeda-beda cara. Ada yang melaksanakan selama tujuh hari berkeliling berturut-turut.
Di Kranggan Barat juga tujuh hari, namun enam harinya pembacaan Burdah digelar di masjid desa dan puncaknya malam ke tujuh ditutup dengan keliling desa sembari menyalakan obor.
Burdah adalah kitab berisi syair tentang hidup Nabi Muhammad SAW yang ditulis oleh ulama kelahiran Mesir Imam Albushiry.

Dikutip dari NU Online, Burdah terdiri dari beberapa unsur, di bagian depan syairnya berisi tentang teringat kepada kekasih, kerinduan, dan cinta.
berikutnya berisi tentang peringatan dari godaan hawa nafsu, kemudian pujian-pujian kepada Nabi, tentang kelahiran dan beberapa mukjizatnya. Selanjutnya berisi tentang Alquran, isra’ mi’raj, jihad dan tawassul.
Berkat karangan syair yang indah ini, Nabi Muhammad menjumpai Albushiry yang lumpuh dalam mimpinya. Ketika bangun penyakit lumpuhnya pun sembuh. Inilah salah satu khasiat Salawat Burdah yang dirasakan penulisnya sendiri.
Syarwani Abdan dalam buku terjemahan Qashidah Burdah menuliskan beberapa keunggulan dari Qashidah Burdah tersebut, dari rangkaian syair dan isinya.
Katanya, ada lima bait Qashidah Burdah yang apabila ada seseorang curiga terhadap istri, anak perempuan atau salah seorang kelurganya, handaknya ia menuliskan lima bait Qashidah Burdah tersebut di atas daun limau dan diletakkan di tangan kiri orang yang dicurigai sewaktu tidur.
lalu ia mendekatkan mulut di telinganya, niscaya yang dicurigai itu akan mengatakan apa saja yang telah dilakukannya baik atau buruk. Begitu juga untuk orang yang dicurigai sebagai pencuri.
EMBE







