
Penanews.id, Bangkalan-Cerita ini datang dari seorang bidan desa di salah satu Desa di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Suami dan anak kandungnya terjangkit virus Covid 19.
Kini suami dan anaknya telah sembuh dari virus yang menyerang bagian pernafasan itu. Hal itu diketahui setelah melakukan tes swab antigen kedua, hasilnya menunjukkan negatif.
Bidan itu mengaku panik meski dirinya seorang tenaga kesehatan, ketika menerima ujian keluarga tercintanya dinyatakan positif tertular virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China itu.
“Jujur, walau saya seorang petugas kesehatan, saya sangat panik ketika mendapatkan ujian ini, mengingat pandemi gelombang ke 2 ini sangat parah situasinya,” ujar perempuan berusia 43 tahun itu, seraya meminta namanya tidak disebutkan, namun berharap ceritanya semoga bisa membantu masyarakat yang sedang proses penyembuhan dengan cara isolasi mandiri.
Ia pun berbagi pengalaman terkait upaya yang dilakukan agar suami dan buah hatinya bisa sembuh. Sebab, keluarganya awal mula terpapar virus itu hanya menunjukkan gejala ringan.
“Suami dan anak gejalanya ringan dek. Yaitu batuk, pilek, panas, nyeri sendi, lemas, mual,muntah, kehilangan rasa dan bau,” tuturnya.
Menurut dia, upaya yang dilakukan untuk kesembuhan yang pertama adalah Isolasi Mandiri (Isoman). Selain itu, menjaga jarak dengan keluarga juga dilakukan, termasuk pisah kamar mandi, alat makan dan sebagainya.
“Kita tetap komunikasi lewat hp atau bercakap cakap dengan pakai masker namun jarak lebih 3 meter, ngobrol, senda gurau, mensupport agar tidak merass sendiri,” terangnya.
Selain itu, bidan itu juga menuturkan bahwa suami dan anaknya melakukan aktivitas berjemur dibawah sinar matahari dan menghirup udara segar di kebun rumah.
“Berjemur antara jam 9 sampai jam 11, ambil 30 menit diantara jam tersebut. Juga minum obat secara teratur dan makan lebih banyak lauk dan sayur, tidak mkn gula, tepung dulu ,nasi dibatasi 3 sendok tiap makan, ngemil telor, tahu, tempe, minum air putih yang banyak,” paparnya.
Tak hanya itu, lanjut dia, suami dan anaknya juga minum rebusan teh hijau, jahe, serai, kulit pohon maronghi 3 gelas setiap hari dalam kondisi hangat.
“Inj yang mungkin penting ya. Menghirup uap air panas yang ditetesi minyak kayu putih selama 10 menit, sehari 3x. Juga Membaca Al- Qur’an dengan suara lebih keras sesering mungkin,” ucapnya.
Bidan itu pun tak lupa memanjatkan puji syukur kepada Allah SWt, karena telah memberikan kesembuhan terhadap keluarga tercintanya. Tak hanya itu, Ia juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendoakan kesembuhan suami dan buah hatinya.
“Jgn lupa selalu berdoa, mohon kesembuhan pada sang maha pengasih yaitu Allah SWT, Semoga apa yang saya alami bisa bermanfaat…Corona atau hny flu biasa, tidak ada salahnya mencoba ikhtiar ini. Semoga Allah SWT senantiasa paring keselamatan dan kebarokahan pada kita semua aamiin yra,” pungkasnya.
Abdi






