• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Minggu, 26 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Madura Bangkalan

Tahlilan di Masa Pandemi, Begini Kata Ra Latif

  • Jumat, 25 Juni 2021 18:47
FacebookTwitterWhatsApp
Bupati Bangkalan

Penanews.id, BANGKALAN – Di tengah masih tingginya kasus covid-19, Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, belum merasa perlu melarang total aktivitas tahlilan untuk orang yang meninggal.

Bupati Bangkalan, R. Abdul Latif Amin mempersilahkan masyarakat menggelar ritual tahlilan bila ada keluarganya meninggal dunia.

Baca Juga:

Khidmatnya Rutinan MDS Rijalul Ansor di Pesantren Darul Hasan Lajing

Rayakan Anniversary ke-4, AHPC Madura Santuni Anak Yatim dan Sambut Komunitas SE-Jatim

Dengan catatan tak perlu dihadiri banyak orang, cukup dihadiri keluarga dekat dan mematuhi protokol kesehatan.

“Di zona merah, tahlil cukup sekeluargaan, 10 orang sudah cukup, yang penting ritual tahlilnya terlaksana,” kata dia.

Di Arosbaya, salah satu kecamatan zona merah covid-19 di Bangkalan, kegiatan tahlilan masih berlangsung bila ada orang yang meninggal. Namun, jumlah jamaah yang datang tak sebanyak biasa.

Musyaffak, Warga Tambegan, mengatakan pemerintah tak perlu melarang tahlilan. Sejak kasus covid-19 di Arosbaya tinggi, warga banyak memilih berdiam diri di rumah, sehingga tahlilan sepi sendiri.

Dia pernah datang ke satu tahlilan dan yang datang tak lebih dari 10 orang dan semua jaga jarak dan memakai masker. Kedatangannya ke tahlilan itu pun karena sangat terpaksa sebab tidak ada orang yang bisa memimpin pembacaan tahlil dan

“Setelah ramai, orang-orang Arosbaya sekarang percaya corona itu ada. gak perlu disuruh pakai masker, mereka pakai sendiri,” kata Musyaffak.

EMBE

Tags: BangkalanPenyebaran covid-19Penyebaran covid-19 di BangkalanRa Latif
63
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

2 bulan yang lalu
16
Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

2 bulan yang lalu
85
DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

4 bulan yang lalu
22
Diresmikan Menteri Kebudayaan, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

Diresmikan Menteri Kebudayaan RI, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

4 bulan yang lalu
55
Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

4 bulan yang lalu
23
Tingkatkan Mutu Akademik, UTM Gelar Sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 39/2025

Tingkatkan Mutu Akademik, UTM Gelar Sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 39/2025

5 bulan yang lalu
27
Berikutnya
Menyusul Bangkalan, Dua Kabupaten ini Masuk Zona Merah Covid-19

Menyusul Bangkalan, Dua Kabupaten ini Masuk Zona Merah Covid-19

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.